KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat
serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN
PANDANGAN HIDUP” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari
bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari
itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah
ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN PANDANGAN
HIDUP
1. Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap masyarakat mempunyai pandangan hidup
yang menjadi arah dan penentu masa depan mereka. Pandangan hidup adalah hasil
pemikiran dan pengalaman yang berupa nilai-nilai kehidupan yang member manfaat,
sehingga dijadikan pegangan, pedoman, pengarahan, atau petunjuk hidup.
Pandangan hidup tidak timbul dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses pengalaman
yang terus-menerus dan lama, sehingga nilai-nilai kehidupan tersebut sudah
teruji dalam penerapannya. Hasil pengujian tersebut diterima oleh akal dan
diakui kebenerannya. Atas dasar ini, anggota masyarakat menerima hasil
pemikiran yang berupa nilai-nilai kehidupan itu sebagai pegangan, pedoman,
pengarahan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan berupa sesuatu penggaris yang
mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan, tetapi juga tidak
dapat dinyatak dengan rumusan, sebab itu :
a.
Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan
kejiwaannya.
b.
Juga karena orang tersebut menyadari bahwa mungkin ia dapat
berbuat/bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan.
c.
Dan khawatir kalau ada kritik besar dan
penyelewengan pandangan hidup dari anak –anak atau orang yang dibimbing.
Pandangan hidup selain itu
merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan
jasmani. Itu berguna bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, bahkan negara.
Semua perbuatan, tingkah laku antara aturan-aturan bagin negara dan juga
undang-undang serta peraturan-peraturan harus merupakan pancaran dari pandangan
hidup yang sudah dirumus-rumuskan.
Manusia itu serba terhubung
dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya
manusia itu seluruhnya bergantung pada apa yang ada, yang mutlak yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah juga
filsafat hidup. Sesuai dengan arti
filsafat yaitu cinta akan kebenarantentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai
adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki
oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan
adalah pandangan berdasar:
a.
Beragama , beriman
b.
Tidak beragama tetapi mengakui garis ajaran satu
atau lebih dari agama yang ada
c.
Materialistik dan sekuler
Tidak ada lain dasar yang paling
baik dan tinggi nilainya kecuali mengikuti jalan Allah. Mereka mencari harta,
tahta dan wanita harus berdasarkan ajaran agama. Bagi mereka berhubungan dengan
orang dalam kelompok, baik keluarga maupun masyarakat, ajaran Allah harus
dipegang teguh. Bahkan dalam keadaan santai pun orang harus selalu ingat kepada
Tuhannya, juga pada saat menderita.
Meski bagaimanapun pandangan
hidup yang mempunyai jangkauan terpanjang yang sering disebut yang menuju keabadian hidup (
untuk islam kesehjahteraan dunia dan akhirat) akan dicari dan digunakan sebagai
landasan dalam melaksanakan hidup didunia baik secara perorangan maupun
kelompok.
Banyak diantara orang yang
pandangan hidupnya didasari pandangan “hidup untuk mengumpulkan harta
sebanyak-banyaknya (orang yang
materialis) pada waktu mudanya, tetapi disaat mendekati kematiannya barulah
mndekatkan diri kepada Tuhannya atau dalam islam bertobat.
Jadi pandangan hidup dapat
merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan-jalan da nilai-nilai yang
akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup
ini terpancar perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku dan cita-cita, sikap,
dorongan atau tujuan yang akan dicapai.
Pandangan hidup misalnya:
a.
Hidup bahagia, sejahtera
b.
Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta
kasih
c.
Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan
dirinya serta bahagia, penu cinta kasih.
Yang ideal ini biasanya bersifat
umum artinya setiap orang maupun masyarakat dan bahkan negara. Diindonesia
harus dapat mengetrapkan pancasila sebagai pandangan hidup semua warga
negaranya. Berketuhanan, mengandung sila perikemanusiaan, adil, mau
bermasyarakat terpancar pada semua perbuatan atau tingkah laku dan ucapan
ucapannya didalam berhubungan dengan teman maupun warga lain dalam kelompok
(keluarga,masyarakat) tiap harinya. Orang-orang yang beragama , tingkah laku
dan perbuatan harus bersandarkan pada aturan ajaran agamanya.
2. Pandangan Hidup suatu Bangsa
Pandangan hidup cenderung diikat oleh
nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan
pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi semangat
pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir
seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma
berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu
spesifik pula. Dengan demikian ideologi lebih luas dari pada pandangan hidup. Ideologi
tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti
ideologi negara, masyarakat atau kelompok tertentu. Ideologi merupakan komponen
dasar terakhir dari system-sistem sosiobudaya.
Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep
dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan
oleh sesuatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan
gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pada
akhirnya, pandangan hidup suatu bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya
dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannnya. Karena itulah dalam
mewujudkan pembangunan, misalnya, kita tidak dapat begitu saja mencontoh atau
meniru model yang dilaksanakan oleh bangsa lain, tanpa menyesuaikan dengan
pandangan hidup dan kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Suatu corak pembangunan
yang barang kali baik dan memuaskan bagi sesuatu bangsa, belum tentu baik atau
memuaskan bagi bangsa nlain.
Oleh karena itulah pandangan hidup suatu
bangsa merupakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan kelas tarian
suatu bangsa.
3. Bermacam Tipe Pandangan Hidup
Berdasarkan hasil pengkajian, didunia ini
terdapat bermacam-macam pandangan hidup modern yang dianut kelompok manusia,
yang umunya terhimpun dalam organisasi negara. Pandangan hidup tersebut dapat
digolongkan menjadin 5 macam , antara lain:
a. Pandangan Hidup Liberalisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, setiap anggota organisasi atau warga
negara bebas berusaha guna mewujudkan kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai kehidupan
liberal yang dianutnya. Sifat yang menonjol adalah kebebasan bersaing antara
individu yang satu dan individu yang lain. Setiap individu bebas berusaha
mencari dan memiliki kekayaan tanpa batas. Hak asasi manusia dihargai dan
dijunjung tinggi. Pandangan hidup liberalism dianut oleh orang barat, antara
lain amerika serikat, inggris, perancis, jerman, dan belanda.
b. Pandangan Hidup Sosialisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara
berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan tidak secara individual, tetapi dengan
menekankan pada prinsip kebersamaan secara kolektif, kesejahteraan bersama
berdasarkan prinsip yang telah ditetapkan negara. Warga negara masih bebas
memiliki kekayaan sampai batas tertentu yang ditetapkan negara. Hak asasi
manusia diakui sesuai dengan asas kebersamaan. Pandangan hidup sosialisme orang
barat dan orang timur, antara lain rusia, Yugoslavia, hongaria, Ethiopia,
Uganda, Zimbabwe, laos , dan kamboja.
c. Pandangan Hidup Komunisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, negara lebih berperan mengatur usaha
warga negara untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif. Setiap warga negara harus
tunduk dan patuh pada prinsip yang ditetapkan negara. Asas kebersamaan,
pemerataan, sama sama rata sama rasa ditetapkan secara kuat. Semua alat
produksi dimiliki dan diatur oleh negara. Setiap orang tidak boleh memiliki
kekayaan melebihi batas yang ditetapkan oleh negara. Tidak ada jaminan
kebebasan hak asasi manusia. Cara mewujudkan sejahteraan tidak sesuai dengan
harkat dan martabat manusia. Manusia tidak lebih dari alat produksi untuk
menghasilkan kesejahteraan. Pandangan hidup pandangan hidup komunisme dianut
oleh orang barat juga orang timur, antara lain kuba, cina, Vietnam, dan korea
utara.
d. Pandangan Hidup Religius
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara
berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan berdasarkan prinsip yang diajarkan oleh
agama yang mereka anut. Pandangan hidup realigius dianut oleh orang barat,
orang timur tengah,dan orang timur, antara lain vatikan, arab Saudi, iran,
Pakistan, palestina, dan brunai darusallam.
e. Pandangan Hidup Sosialisme Religius
Manurut
ajaran, pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha
untuk mewujudkan kesejahteraan bersama secara kolektif berdasarkan prinsip
kebersamaan yang sesuai dengan ajaran agama, dan diridhai oleh Tuhan. Pandangan
hidup ini dianut ,orang timur tengah, orang timur, antara lain mesir, siria,
Libya, irak, Indonesia, muang thai, Bangladesh, dan Malaysia.
4. Makna cita-cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita,
kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat
dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat
melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.
Orang tua selalu menimang-nimang anaknya
sejak masih bayi agar suatu saat nanti atau dewasa nanti agar menjadi orang
sukses seperti, dokter,presiden,polisi dan lain-lain. Ini berarti bahwa sejak
anaknya lahir, bahkan masih dalam kandungan, orang tua selalu berangan-angan
agar anaknya mempunyai profesi yang baik atau tak tercapai oleh orang tuanya.
Oleh karena itu wajarlah apabila cita-cita,
kebajikan, dan pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak
ada orang hidup tanpa cita-cita. Karena setiap orang pasti berangan-angan agar
ingin menjadi orang yang sukses disuatu saat nanti. Sudah tentu tingkat
cita-cita, itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam
hati. Cita-cita kebajikan, dan sikap hidup itu berbeda- beda tergantung kepada
pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.
Itulah sebabnya cita-cita banyak menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak
hasil seni yang melukiskan cita-cita seseorang. Cita-cita berupa perasaan hati
yang merupakan suatu angan, keinginan, kemauan, niat dan harapan.
Keinginan akan orang tua atas anaknya
bergantung kepada pendidikan, pengalaman dan lingkungan orang tua. Orang tua
yang hanya supir angkut dan buta huruf serta mempunyai kebutuhan ekonomi yang
lemah mungkin hanya berkeinginan agar anaknya pandai, dan intinya anaknya itu
jangan sampai seperti orang tuanya atau hidupnya lebih baik dari orang tuanya.
Tidak ada orang tua yang berkeinginan anaknya untuk menjadi tidak baik,
sekalipun orang tuanya ini orang jahat seperti perampok,psikopat dan
sebagainya. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang
baik.
Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk.
Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak
merugikan orang lain. Keinginan buruk adalah kringinan yang dapat merugikan
orang lain.
Ada tiga katergori keadaan hati seseorang:
ada yang keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti
berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan,
tantangan dan kesulitan apapun yang duhadapinya. Orang berhati keras biasanya
mendapat hasil yang sempurna dan sukses hidupnya.
Orang yang berhati lunak dalam usaha
mencapai cita-citanya sesuai dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap
berusaha mencapai cita-citanya itu. Walau karena biarpun hidupnya lambat ia
tetap akan berhasil.
Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh
oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cpat-cepat ia berganti
keinginan. Cita-cita, keinginan, harapan banyak menimbulkan daya kreatifitas
para seniman. Banyak hasil seni seperti novel, drama, film, music, tari yang
lahir dari cita-cita.
5. Makna Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang
mendatangkn kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan
sesuai dengan norma-norma agama atau etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut
kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya
manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribad yang utuh
yang terdiri atas jiwa dan tubuh. Karena mempunyai peribadi, manuisa mempunyai
pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita
sendiri dan sebagainya. Justru karena sering mementingkan diri sendirin,
manusia sampai tiadak mengenal kebajikan.
Manusia sebagai pribadi dapat menentukan
baik dan buruk. Yang menentukan baik dan buruk adalah suara hati dari dari
manusia tersebut. Suara hati itu berupa bisikan dalam hati untuk menimbang
perbuatan baik atau tidak. Suara sebenarnya telah memilih yang baik, namun
manusia seringkali tidak mendengarkannya.
Sabagi makhluk Tuhan, manusia harus
mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikan agar manusia
berbuat baik dan mengelakan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur
perbuatan baik dan buruk, harus kita dengarkan pula suara Tuhan atau kehendak
Tuhan. Kehendak Tuhan berupa hukum Agama atau Hukum Tuhan.
Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang
selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan.
Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, berprilaku baik dan
sebagainya.
6. Makna Sikap Hidup
Sikap hidup adalah keadaan hati dalam
menghadapi hidup ini.
Sikap itu penting, setiap manusia mempunyai
sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dibentuk seusai
dengan kemauan yang membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui
pendidikan. Seperti halnya seorang Komandan yang bersikap tegas, berdisiplin
tinggi.
Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti
manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa
sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif. Sedangkan
sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis, yaitu: sikap
lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap pemberani, sikap rendah hati, dan
sikap bangga.
Sikap non etis atau sikap negative. Sikap
non etis ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh
dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi,
karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Selain dari itu
ada sikap dalam menghadapi keluarga. Sikap menghadapi saudara, dan menghadapi
orang yang ada dirumah kita.
Dalam menciptakan keadilan social bagi
bangsa Indonesia, yang ada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran
bsgi seluruh bangsa Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap itu
antara lain: sikap suka bekerja keras, sikap gotong royong, menjaga hak dan
kewajiban, sikap suka menolong.
SUMBER
Buku Materi IBD karangan Drs.Suryad,M.P,
Jakarta
Buku pengetahuan IBD oleh Drs. Joko Tri
Prasetya,dkk, Rineka cipta. Jakarta 2013
Buku Ilmu Sosial Budaya Dsar oleh Prof.
Abdulkadir Muhammad, S.H. PT CITRA
ADITYA BAKTI, bandung 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar