Jumat, 09 Januari 2015

Manusia dan Pandangan Hidup (Tugas ilmu budaya dasar 3)



 KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari  bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1.       Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap masyarakat mempunyai pandangan hidup yang menjadi arah dan penentu masa depan mereka. Pandangan hidup adalah hasil pemikiran dan pengalaman yang berupa nilai-nilai kehidupan yang member manfaat, sehingga dijadikan pegangan, pedoman, pengarahan, atau petunjuk hidup. Pandangan hidup tidak timbul dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses pengalaman yang terus-menerus dan lama, sehingga nilai-nilai kehidupan tersebut sudah teruji dalam penerapannya. Hasil pengujian tersebut diterima oleh akal dan diakui kebenerannya. Atas dasar ini, anggota masyarakat menerima hasil pemikiran yang berupa nilai-nilai kehidupan itu sebagai pegangan, pedoman, pengarahan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.

Pandangan berupa sesuatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan, tetapi juga tidak dapat dinyatak dengan rumusan, sebab itu :
a.       Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaannya.
b.      Juga karena orang tersebut  menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat/bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan.
c.       Dan khawatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak –anak atau orang yang dibimbing.
Pandangan hidup selain itu merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan jasmani. Itu berguna bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, bahkan negara. Semua perbuatan, tingkah laku antara aturan-aturan bagin negara dan juga undang-undang serta peraturan-peraturan harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang sudah dirumus-rumuskan.
Manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu seluruhnya bergantung pada apa yang ada, yang mutlak yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah juga filsafat hidup. Sesuai  dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenarantentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasar:
a.       Beragama , beriman
b.      Tidak beragama tetapi mengakui garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada
c.       Materialistik dan sekuler
Tidak ada lain dasar yang paling baik dan tinggi nilainya kecuali mengikuti jalan Allah. Mereka mencari harta, tahta dan wanita harus berdasarkan ajaran agama. Bagi mereka berhubungan dengan orang dalam kelompok, baik keluarga maupun masyarakat, ajaran Allah harus dipegang teguh. Bahkan dalam keadaan santai pun orang harus selalu ingat kepada Tuhannya, juga pada saat menderita.
Meski bagaimanapun pandangan hidup yang mempunyai jangkauan terpanjang yang sering      disebut yang menuju keabadian hidup ( untuk islam kesehjahteraan dunia dan akhirat) akan dicari dan digunakan sebagai landasan dalam melaksanakan hidup didunia baik secara perorangan maupun kelompok.
Banyak diantara orang yang pandangan hidupnya didasari pandangan “hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya  (orang yang materialis) pada waktu mudanya, tetapi disaat mendekati kematiannya barulah mndekatkan diri kepada Tuhannya atau dalam islam bertobat.
Jadi pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan-jalan da nilai-nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku dan cita-cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.
Pandangan hidup misalnya:
a.       Hidup bahagia, sejahtera
b.      Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta kasih
c.       Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia, penu cinta kasih.
Yang ideal ini biasanya bersifat umum artinya setiap orang maupun masyarakat dan bahkan negara. Diindonesia harus dapat mengetrapkan pancasila sebagai pandangan hidup semua warga negaranya. Berketuhanan, mengandung sila perikemanusiaan, adil, mau bermasyarakat terpancar pada semua perbuatan atau tingkah laku dan ucapan ucapannya didalam berhubungan dengan teman maupun warga lain dalam kelompok (keluarga,masyarakat) tiap harinya. Orang-orang yang beragama , tingkah laku dan perbuatan harus bersandarkan pada aturan ajaran agamanya.
2.       Pandangan Hidup  suatu Bangsa
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu  kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula. Dengan demikian ideologi lebih luas dari pada pandangan hidup. Ideologi tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti ideologi negara, masyarakat atau kelompok tertentu. Ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari system-sistem sosiobudaya.

Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan  oleh sesuatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pada akhirnya, pandangan hidup suatu bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannnya. Karena itulah dalam mewujudkan pembangunan, misalnya, kita tidak dapat begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilaksanakan oleh bangsa lain, tanpa menyesuaikan dengan pandangan hidup dan kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Suatu corak pembangunan yang barang kali baik dan memuaskan bagi sesuatu bangsa, belum tentu baik atau memuaskan bagi bangsa nlain.

Oleh karena itulah pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan kelas tarian suatu bangsa.

3.       Bermacam Tipe Pandangan Hidup
Berdasarkan hasil pengkajian, didunia ini terdapat bermacam-macam pandangan hidup modern yang dianut kelompok manusia, yang umunya terhimpun dalam organisasi negara. Pandangan hidup tersebut dapat digolongkan menjadin 5 macam , antara lain:

a.       Pandangan Hidup Liberalisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, setiap anggota organisasi atau warga negara bebas berusaha guna mewujudkan kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai kehidupan liberal yang dianutnya. Sifat yang menonjol adalah kebebasan bersaing antara individu yang satu dan individu yang lain. Setiap individu bebas berusaha mencari dan memiliki kekayaan tanpa batas. Hak asasi manusia dihargai dan dijunjung tinggi. Pandangan hidup liberalism dianut oleh orang barat, antara lain amerika serikat, inggris, perancis, jerman, dan belanda.

b.      Pandangan Hidup Sosialisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan tidak secara individual, tetapi dengan menekankan pada prinsip kebersamaan secara kolektif, kesejahteraan bersama berdasarkan prinsip yang telah ditetapkan negara. Warga negara masih bebas memiliki kekayaan sampai batas tertentu yang ditetapkan negara. Hak asasi manusia diakui sesuai dengan asas kebersamaan. Pandangan hidup sosialisme orang barat dan orang timur, antara lain rusia, Yugoslavia, hongaria, Ethiopia, Uganda, Zimbabwe, laos , dan kamboja.

c.       Pandangan Hidup Komunisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, negara lebih berperan mengatur usaha warga negara untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif. Setiap warga negara harus tunduk dan patuh pada prinsip yang ditetapkan negara. Asas kebersamaan, pemerataan, sama sama rata sama rasa ditetapkan secara kuat. Semua alat produksi dimiliki dan diatur oleh negara. Setiap orang tidak boleh memiliki kekayaan melebihi batas yang ditetapkan oleh negara. Tidak ada jaminan kebebasan hak asasi manusia. Cara mewujudkan sejahteraan tidak sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Manusia tidak lebih dari alat produksi untuk menghasilkan kesejahteraan. Pandangan hidup pandangan hidup komunisme dianut oleh orang barat juga orang timur, antara lain kuba, cina, Vietnam, dan korea utara.

d.      Pandangan Hidup Religius
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan berdasarkan prinsip yang diajarkan oleh agama yang mereka anut. Pandangan hidup realigius dianut oleh orang barat, orang timur tengah,dan orang timur, antara lain vatikan, arab Saudi, iran, Pakistan, palestina, dan brunai darusallam.

e.      Pandangan Hidup Sosialisme Religius
Manurut ajaran, pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama secara kolektif berdasarkan prinsip kebersamaan yang sesuai dengan ajaran agama, dan diridhai oleh Tuhan. Pandangan hidup ini dianut ,orang timur tengah, orang timur, antara lain mesir, siria, Libya, irak, Indonesia, muang thai, Bangladesh, dan Malaysia.

4.       Makna cita-cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.

Orang tua selalu menimang-nimang anaknya sejak masih bayi agar suatu saat nanti atau dewasa nanti agar menjadi orang sukses seperti, dokter,presiden,polisi dan lain-lain. Ini berarti bahwa sejak anaknya lahir, bahkan masih dalam kandungan, orang tua selalu berangan-angan agar anaknya mempunyai profesi yang baik atau tak tercapai oleh orang tuanya.

Oleh karena itu wajarlah apabila cita-cita, kebajikan, dan pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita. Karena setiap orang pasti berangan-angan agar ingin menjadi orang yang sukses disuatu saat nanti. Sudah tentu tingkat cita-cita, itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita kebajikan, dan sikap hidup itu berbeda- beda tergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.

Itulah sebabnya cita-cita banyak  menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni yang melukiskan cita-cita seseorang. Cita-cita berupa perasaan hati yang merupakan suatu angan, keinginan, kemauan, niat dan harapan.

Keinginan akan orang tua atas anaknya bergantung kepada pendidikan, pengalaman dan lingkungan orang tua. Orang tua yang hanya supir angkut dan buta huruf serta mempunyai kebutuhan ekonomi yang lemah mungkin hanya berkeinginan agar anaknya pandai, dan intinya anaknya itu jangan sampai seperti orang tuanya atau hidupnya lebih baik dari orang tuanya. Tidak ada orang tua yang berkeinginan anaknya untuk menjadi tidak baik, sekalipun orang tuanya ini orang jahat seperti perampok,psikopat dan sebagainya. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang baik.

Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain. Keinginan buruk adalah kringinan yang dapat merugikan orang lain.

Ada tiga katergori keadaan hati seseorang: ada yang keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan dan kesulitan apapun yang duhadapinya. Orang berhati keras biasanya mendapat hasil yang sempurna dan sukses hidupnya.

Orang yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya sesuai dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita-citanya itu. Walau karena biarpun hidupnya lambat ia tetap akan berhasil.

Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cpat-cepat ia berganti keinginan. Cita-cita, keinginan, harapan banyak menimbulkan daya kreatifitas para seniman. Banyak hasil seni seperti novel, drama, film, music, tari yang lahir dari cita-cita.

5.       Makna Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkn kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan sesuai dengan norma-norma agama atau etika.

Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik

Manusia adalah seorang pribad yang utuh yang terdiri atas jiwa dan tubuh. Karena mempunyai peribadi, manuisa mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena sering mementingkan diri sendirin, manusia sampai tiadak mengenal kebajikan.

Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik dan buruk. Yang menentukan baik dan buruk adalah suara hati dari dari manusia tersebut. Suara hati itu berupa bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Suara sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mendengarkannya.

Sabagi makhluk Tuhan, manusia harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikan agar manusia berbuat baik dan mengelakan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengarkan pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berupa hukum Agama atau Hukum Tuhan.

Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, berprilaku baik dan sebagainya.

6.       Makna Sikap Hidup
Sikap hidup adalah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini.

Sikap itu penting, setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dibentuk seusai dengan kemauan yang membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan. Seperti halnya seorang Komandan yang bersikap tegas, berdisiplin tinggi.

Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif. Sedangkan sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis, yaitu: sikap lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap pemberani, sikap rendah hati, dan sikap bangga.

Sikap non etis atau sikap negative. Sikap non etis ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Selain dari itu ada sikap dalam menghadapi keluarga. Sikap menghadapi saudara, dan menghadapi orang yang ada dirumah kita.

Dalam menciptakan keadilan social bagi bangsa Indonesia, yang ada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bsgi seluruh bangsa Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap itu antara lain: sikap suka bekerja keras, sikap gotong royong, menjaga hak dan kewajiban, sikap suka menolong.

SUMBER
Buku Materi IBD karangan Drs.Suryad,M.P, Jakarta
Buku pengetahuan IBD oleh Drs. Joko Tri Prasetya,dkk, Rineka cipta. Jakarta 2013
Buku Ilmu Sosial Budaya Dsar oleh Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H.  PT CITRA ADITYA BAKTI, bandung 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar