Jumat, 09 Januari 2015

Manusia dan Kegelisahan (Tugas ilmu budaya dasar 4)



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN KEGELISAHAN” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari  bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN KEGELISAHAN


1.      Konsep Kegelisahan
Gelisah adalah kata ungkapan perasaan psikologis atau kekejiwaan seseorang. Menurut arti  geliisah merupakan perasaan tidak tentram, perasaan tidak tenang, perasaan cemas dan perasaan khawatir. Perasaan tersebut bersifat kodrati yang bersumber pada unsure rasa dalam diri manusia. Gelisah terjadi pada manusia yang mengalami ancaman peristiwa yang akan merugikan dirinya. Dalam hubungan ini kata kegelisahan menyatakan suatu keadaan. Artinya keadaan perasaan tidak tentram, keadaan perasaan tidak tenang, keadaan perasaan cemas dan khawatir. Oleh karena itu gelisah dan kegelisahan adalah bersifat kejiwaan, yang pada manusia manapun.

Kegelisahan yang terjadi pada seseorang dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, yang bersumber pada keadaan tertentu, perbuatan orang lain, atau sikap dan perbuatan sendiri. Berbagai faktor tersebut yaitu:

a.      Ketidakpastian, yang bersumber pada keadaan tertentu.
b.      Ketidakpastian, yang bersumber pada orang lain.
c.       Keterasingan, yang bersumber pada sikap sendiri.
d.      Kesepian, yang bersum ber pada perbuatan sendiri.
Kegelisahan pada dasarnya merupakan perasaan manusia yang takut akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupannya. Manusia yang terasing dari masyarakat  karena kesombongannya merasa takut akan kehilangan harga diri dimata masyarakat.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala, memandang jauh ke depan sambil melipat tangan di dada, duduk termenung sambil menopang tangan di dagu, duduk menerawang dengan wajah murung, duduk berdiri sambil menggelengkan kepala, duduk tenang malas bicara, dan lain-lain. Kegelisaha seseorang dapat juga di amati melalu ketidakadaan minat bekerja, tidak mau makan seperti biasanya, tidur seperti di atas bara, atau tidak ada minat belajar.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas(hidup), sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.
2.      Kegelisahan, pengaruhnya, dan harapan
Kegelisahan yang terjadi pada seseorang sekitar akan berpengaruh secara psikologis, tidak hanya pada kehidupan pribadinya, tetapi juga pada kehidupan pribadinya, tetapi juga pada kehidupan orang lain, yaitu anggota keluarganya, masyarakat tetangga sekitar, atau masyarakat umumnya.

Kegelisahan selalu mengarah pada suasana negative atau ketidaksempurnaan, tetapitidak mempunyai harapan. Dikatakan negative karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang dapat menimbulkan kerugian. Kegelisahan juga mengarah pada suasana positif atau optimis karena masih ada harapan bebas dari kegelisahan, yang mendorong manusia mencari kesempurnaan dan mendorong menjadi kreatif.

A. Faktor Penyebab Kegelisahan

a.      Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak pasti, tidak tahu keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas. Keadaan seperti ini lebih kuat tertuju pada status, nama baik dan martabat seseorang, yang menyentuh nilai kemanusiaannya, sehingga dirasakan akan merugikan haknya. Oleh karena itu, orang yang mengalami ketidakpastian akan merasa gelisah.

Sebab terjadinya ketidakpastian:
Orang yang pikirannya tertanggu tidak dapat berpikir secara teratur, logis ataupun mengambil kesimpulan. Dalam berpikir ia selalu menerima rangsangan-rangasangan lain. Sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsangan-rangsangan baru. Walaupun dia dapat berpikir baik, akan memakan waktu yang cukup lama. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetaran, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.

b.      Ketersaingan
Ketersaingan adalah keaadaan yang membuat tersisih, terpisah, dan terpencil dari pergaulan masyarakat yang baik. Hal yang menjadi sumber keadaan ketersaingan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau karena kekurangan yang ada pada diri dalam masyarakat. Perilaku yang tidak dapat diterima itu selalu menimbulkan keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan atau menyentu nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini akan merugikan harta, nama baik, martabat, dan harga diri orang lain. Oleh karena itu, orang yang berbuat dibenci oleh masyarakat dan berada dalam ketersaingan. Perbuatan itu misalnya mencuri, memperkosa, menghina, dan sombong.

Sebab terjadinya ketersaingan:
-          Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Perbuatan itu antara lain: mencuri, bersikap angkuh, sombong dan kaku
-          Sikap rendah diri
Sikap kaku, pemarah dan suka berkelahi. Sikap seperti itu biasanya takut terjadi konflik batin atau konflik fisik. Umumnya orang tidak senang akan konflik fisik karena hal itu merupakan perbuatan anak kecil
c.       Kesepian
Kesepian adalah sunyi, keadaan tidak ada seorangpun, keadaan tidsk didampingi orang, kedaan tidak punya apa-apa. Kesepian yang dimaksud disini adalah kesepian dalam arti psikologis yang dalam yang sangat berpengaruh pada jalan kehidupan manusia. Kesepian membuat manusia gelisah karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, harkat, dan martabat seseorang. Dikatakan berpengaruh pada jalan kehidupan karena manusia merasa terancam hak kodratnya, sehingga dia merasa takut atau khawatir kehilangan tau tidak memperoleh sesuatu dalam hidupnya.

Sebab terjadinya kesepian:
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi pun dapat mengakibatkan kesepian. Yang bersangkutan ia tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.

3.      Kegelisahan dan Sumbernya

a.      Kegelisahan dan kompleksitas manusia
Moti-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkahh laku tidak timbul dan dapat dicapai dan dapat mencapai pemuasaan dengan cara yang sederhana. Sebaliknya motif-motif itu terjadi dengan keadaan ruwet, bahkan kadang-kadang penuh kekacauan. Motif yang berbeda-beda bersaing antara satu sama lain, dan pemuasaan terhadap motif pertama akan disusul dengan datangnya motif yang lain.

Bertumpuknya pola-pola motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia bahwa tidak semua motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia bahwa tidak semua motif dapat dipuaskan, tapi ada juga yang memerlukan kesabaran untuk menundanya, dan bahkan bila perlu motif itu ditinggalkan. Bila tidak akan menghasilkan kegelisahan.

b.      Kegelisahan dan Kondisi lingkungan
Pemuasaan yang menyeluruh pada suatu motif juga hamper tidak mungkin sebab tujuan motif itu hanya bisa dicapai menyeluruh jika sesuai dengan apa yang tersedia dilingkungan kita. Pada lingkungan tertentu makanan mungkin tak tersedia  untuk memuaskan rasa lapar, karena orang itu tak mampu membelinya, atau kawan-kawan orang itu tidak memperhatikannya atau mengaguminya yang dapat digunakan untuk memuaskan keinginannya akan status, keakraban, cinta dan sebagainya.

Hal tersebut itu mengajarkan kepada kita bahwa beberapa motif lebih penting dari lainnya karena cukup sulit untuk dicapai atau motif itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dalam kehidupan kita perkara makan dan minum bukanlah perkara yang sulit, karena makan dan minuman cukup tersedia pada kita walau ala kadarnya. Jika anda perhatikan kawan-kawan anda dalam waktu 24 jam, maka hanya sedikit waktu saja yang mereka habiskan untuk makan dan minum. Bagi mereka pencapaian nilai tinggi, status berhubungan dengan kawan, berpacaran dan sebagainya, lebih mewarnai kehidupan siswa perguruan tinggi dibandingkan dengan usaha pemenuhan makan dan minum, walaupun semua orang tahu mereka itu dapat bekerja dan berkarya karena makanan dan minuman. Dalam kondisi kehidupan sekarang ini hampir semua kebutuhan biologis kita kecuali sex dapat dipuaskan segera jika mereka muncul, tetapi motif social lebih sulit dipuaskan. Jika kondisi lingkungan berubah, kebutuhan biologis juga berubah, dan seluruh pola tingkah laku manusia akan terpengaruh juga.

c.       Kegelisahan dan ketidakmampuan penyesuaian bertindak
Alasan ketiga terjadinya kegelisahan yang tak terelakkan ialah kenyataan bahwa pencapaian tujuan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian, hasil hanya dapat dicapai jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi lingkungan.

Pada manusia sangat sedikit sekali yang lahir dengan insting untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Manusia hanya ber jika ia menggunakan reorganisasi pengalamannya dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Faktor inteligensi, fisik, dan pengalaman menyediakan kebiasaan bertindak sehingga manusia tidak dapat mencapai tujuannya. Karena manusia tidak sempurna dalam ketiga hal itu, maka semua orang dapat mencapai semua motifnya dengan penuh karena kekurangan mereka masing-masing.

d.      Keadan Fisik
Keadaan fisik merupakan faktor utama sebagai kegelisahan manusia. Sejak bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang keinginannya karena sebab-sebab fisik. Bayi tidak mempunyai koordinasi otot untuk mengatasi halangan fisik, alat pancaindera dan intelektualnya belum berkembang, bahkan ia tak dapat memperhitungkan jarak usatu obyek dan ia sendiri. Ia menjadi sangat tergantung pada orang lain. Karena masa ketidakberdayaan itu cukup lama, kegelisahan sudah merupakan kawan intim dari manusia sejak lahir. Walau gizi sebaik apapun yang diberikan padanya, ia akan tetap mengalami penundaan.

e.      Lingkungan Sosial
Sumber kegelisahan manusia ikut berubah sebagaimana pembangunan teknologi dan ilmu manusia itu sendiri. Manusia satu sama lain selalu tergantung satu sama lainnya, sehingga jika satu orang dengan lainnya tidak dapat member sesuatu yang diharapkan maka al ini menjadi sumber kegelisahan. Manusia akan membutuhkan orang lain dalam hal status social, cinta kasi, rangsangan intelektual dan sebagainya. Motif-motif social akan selalu berubah, padahal ketercapainnya tergantung pada orang lain yang kadang-kadang menghalangi dengan berbagai hal dan motif. Hal ini akan berlangsung seumur hidup manusia sehingga akan merupakan penyebab utama dari kegelisahan manusia.

f.        Motif yang bertentangan
Sumber kegelisahan yang paling rumit adalah pertentangan antara dua motif atau lebih. Hakikat dari konflik antar motif ini ialah bahwa seorang individu tak dapat mencapai tujuannya tanpa harus mengorbankan motif lainnya yang ia miliki.

Kadang-kadang konflik ini muncul karena keterbatasan jumlah keinginan yang dapat dicapai pada suatu saat, sebab motif-motif dapat muncul secara bersamaan dan membutuhkan cara-cara yang berbeda untuk mencapainya. Konflik keinginan yang menimbulkan kegelisahan hidup manusia adalah hal yang tak terhindarkan, sebab manusia merupakan bentuk organism yang kompleks. Dalam abad modern ini selalu muncul keinginan-keinginan yang kontradiktoris.keinginan sebagai makhluk bermoral tetapi juga ingin hal-hal yang bersifat keduniawian sering terjadi. Dalam dunia perguruan tinggi, mahasiswa ingin memperoleh nilai tinggi yang mengakibatkannya harus belajar keras dan godaan untuk berlaku santai maupun kegiatan bermasyarakat yang ingin diterjuninya membawa konflik dan sekaligus kegelisahan.

4.      Usaha mengatasi Kegelisahan
Mengenai mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita berpikir tenang, dan segala kesulitan dapat diatasi. Dengan ketenangan ini orang yang mengancam kita mungkin akan mengurungkan niatnya.


SUMBER
Buku Ilmu Sosial Budaya Dasar, karangan: Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., Penerbit PT CITRA ADITYA BAKTI, Bandung 2011
Buku Ilmu Budaya Dasar, karangan: Drs. Joko Tri Prasetya, dkk, Penerbit RINEKA CIPTA, Jakarta 2013

Manusia dan Pandangan Hidup (Tugas ilmu budaya dasar 3)



 KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari  bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1.       Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap masyarakat mempunyai pandangan hidup yang menjadi arah dan penentu masa depan mereka. Pandangan hidup adalah hasil pemikiran dan pengalaman yang berupa nilai-nilai kehidupan yang member manfaat, sehingga dijadikan pegangan, pedoman, pengarahan, atau petunjuk hidup. Pandangan hidup tidak timbul dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses pengalaman yang terus-menerus dan lama, sehingga nilai-nilai kehidupan tersebut sudah teruji dalam penerapannya. Hasil pengujian tersebut diterima oleh akal dan diakui kebenerannya. Atas dasar ini, anggota masyarakat menerima hasil pemikiran yang berupa nilai-nilai kehidupan itu sebagai pegangan, pedoman, pengarahan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.

Pandangan berupa sesuatu penggaris yang mungkin dapat dinyatakan dengan kata-kata sebagai rumusan, tetapi juga tidak dapat dinyatak dengan rumusan, sebab itu :
a.       Orang sulit menyusun perasaan, pikiran dan kejiwaannya.
b.      Juga karena orang tersebut  menyadari bahwa mungkin ia dapat berbuat/bertindak yang melanggar prinsip-prinsip yang dikatakan.
c.       Dan khawatir kalau ada kritik besar dan penyelewengan pandangan hidup dari anak –anak atau orang yang dibimbing.
Pandangan hidup selain itu merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan jasmani. Itu berguna bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, bahkan negara. Semua perbuatan, tingkah laku antara aturan-aturan bagin negara dan juga undang-undang serta peraturan-peraturan harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang sudah dirumus-rumuskan.
Manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhirnya manusia itu seluruhnya bergantung pada apa yang ada, yang mutlak yaitu Tuhan.
Pandangan hidup adalah juga filsafat hidup. Sesuai  dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenarantentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasar:
a.       Beragama , beriman
b.      Tidak beragama tetapi mengakui garis ajaran satu atau lebih dari agama yang ada
c.       Materialistik dan sekuler
Tidak ada lain dasar yang paling baik dan tinggi nilainya kecuali mengikuti jalan Allah. Mereka mencari harta, tahta dan wanita harus berdasarkan ajaran agama. Bagi mereka berhubungan dengan orang dalam kelompok, baik keluarga maupun masyarakat, ajaran Allah harus dipegang teguh. Bahkan dalam keadaan santai pun orang harus selalu ingat kepada Tuhannya, juga pada saat menderita.
Meski bagaimanapun pandangan hidup yang mempunyai jangkauan terpanjang yang sering      disebut yang menuju keabadian hidup ( untuk islam kesehjahteraan dunia dan akhirat) akan dicari dan digunakan sebagai landasan dalam melaksanakan hidup didunia baik secara perorangan maupun kelompok.
Banyak diantara orang yang pandangan hidupnya didasari pandangan “hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya  (orang yang materialis) pada waktu mudanya, tetapi disaat mendekati kematiannya barulah mndekatkan diri kepada Tuhannya atau dalam islam bertobat.
Jadi pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis dan kecenderungan jalan-jalan da nilai-nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya. Dari pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku dan cita-cita, sikap, dorongan atau tujuan yang akan dicapai.
Pandangan hidup misalnya:
a.       Hidup bahagia, sejahtera
b.      Hidup sejahtera, penuh kebahagiaan dan cinta kasih
c.       Hidup panjang umur untuk sanak kerabat dan dirinya serta bahagia, penu cinta kasih.
Yang ideal ini biasanya bersifat umum artinya setiap orang maupun masyarakat dan bahkan negara. Diindonesia harus dapat mengetrapkan pancasila sebagai pandangan hidup semua warga negaranya. Berketuhanan, mengandung sila perikemanusiaan, adil, mau bermasyarakat terpancar pada semua perbuatan atau tingkah laku dan ucapan ucapannya didalam berhubungan dengan teman maupun warga lain dalam kelompok (keluarga,masyarakat) tiap harinya. Orang-orang yang beragama , tingkah laku dan perbuatan harus bersandarkan pada aturan ajaran agamanya.
2.       Pandangan Hidup  suatu Bangsa
Pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran atau rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi semangat pada nilai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum. Norma berlaku untuk menentukan perilaku perintah, atau larangan untuk suatu  kewajiban dari peranan spesifik dalam suatu spesifik pula. Dengan demikian ideologi lebih luas dari pada pandangan hidup. Ideologi tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untuk hal yang lebih luas, seperti ideologi negara, masyarakat atau kelompok tertentu. Ideologi merupakan komponen dasar terakhir dari system-sistem sosiobudaya.

Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan  oleh sesuatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pada akhirnya, pandangan hidup suatu bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannnya. Karena itulah dalam mewujudkan pembangunan, misalnya, kita tidak dapat begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilaksanakan oleh bangsa lain, tanpa menyesuaikan dengan pandangan hidup dan kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Suatu corak pembangunan yang barang kali baik dan memuaskan bagi sesuatu bangsa, belum tentu baik atau memuaskan bagi bangsa nlain.

Oleh karena itulah pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan kelas tarian suatu bangsa.

3.       Bermacam Tipe Pandangan Hidup
Berdasarkan hasil pengkajian, didunia ini terdapat bermacam-macam pandangan hidup modern yang dianut kelompok manusia, yang umunya terhimpun dalam organisasi negara. Pandangan hidup tersebut dapat digolongkan menjadin 5 macam , antara lain:

a.       Pandangan Hidup Liberalisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, setiap anggota organisasi atau warga negara bebas berusaha guna mewujudkan kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai kehidupan liberal yang dianutnya. Sifat yang menonjol adalah kebebasan bersaing antara individu yang satu dan individu yang lain. Setiap individu bebas berusaha mencari dan memiliki kekayaan tanpa batas. Hak asasi manusia dihargai dan dijunjung tinggi. Pandangan hidup liberalism dianut oleh orang barat, antara lain amerika serikat, inggris, perancis, jerman, dan belanda.

b.      Pandangan Hidup Sosialisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan tidak secara individual, tetapi dengan menekankan pada prinsip kebersamaan secara kolektif, kesejahteraan bersama berdasarkan prinsip yang telah ditetapkan negara. Warga negara masih bebas memiliki kekayaan sampai batas tertentu yang ditetapkan negara. Hak asasi manusia diakui sesuai dengan asas kebersamaan. Pandangan hidup sosialisme orang barat dan orang timur, antara lain rusia, Yugoslavia, hongaria, Ethiopia, Uganda, Zimbabwe, laos , dan kamboja.

c.       Pandangan Hidup Komunisme
Menurut ajaran pandangan hidup ini, negara lebih berperan mengatur usaha warga negara untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif. Setiap warga negara harus tunduk dan patuh pada prinsip yang ditetapkan negara. Asas kebersamaan, pemerataan, sama sama rata sama rasa ditetapkan secara kuat. Semua alat produksi dimiliki dan diatur oleh negara. Setiap orang tidak boleh memiliki kekayaan melebihi batas yang ditetapkan oleh negara. Tidak ada jaminan kebebasan hak asasi manusia. Cara mewujudkan sejahteraan tidak sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Manusia tidak lebih dari alat produksi untuk menghasilkan kesejahteraan. Pandangan hidup pandangan hidup komunisme dianut oleh orang barat juga orang timur, antara lain kuba, cina, Vietnam, dan korea utara.

d.      Pandangan Hidup Religius
Menurut ajaran pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan berdasarkan prinsip yang diajarkan oleh agama yang mereka anut. Pandangan hidup realigius dianut oleh orang barat, orang timur tengah,dan orang timur, antara lain vatikan, arab Saudi, iran, Pakistan, palestina, dan brunai darusallam.

e.      Pandangan Hidup Sosialisme Religius
Manurut ajaran, pandangan hidup ini, anggota organisasi atau warga negara berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama secara kolektif berdasarkan prinsip kebersamaan yang sesuai dengan ajaran agama, dan diridhai oleh Tuhan. Pandangan hidup ini dianut ,orang timur tengah, orang timur, antara lain mesir, siria, Libya, irak, Indonesia, muang thai, Bangladesh, dan Malaysia.

4.       Makna cita-cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.

Orang tua selalu menimang-nimang anaknya sejak masih bayi agar suatu saat nanti atau dewasa nanti agar menjadi orang sukses seperti, dokter,presiden,polisi dan lain-lain. Ini berarti bahwa sejak anaknya lahir, bahkan masih dalam kandungan, orang tua selalu berangan-angan agar anaknya mempunyai profesi yang baik atau tak tercapai oleh orang tuanya.

Oleh karena itu wajarlah apabila cita-cita, kebajikan, dan pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita. Karena setiap orang pasti berangan-angan agar ingin menjadi orang yang sukses disuatu saat nanti. Sudah tentu tingkat cita-cita, itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita kebajikan, dan sikap hidup itu berbeda- beda tergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.

Itulah sebabnya cita-cita banyak  menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil seni yang melukiskan cita-cita seseorang. Cita-cita berupa perasaan hati yang merupakan suatu angan, keinginan, kemauan, niat dan harapan.

Keinginan akan orang tua atas anaknya bergantung kepada pendidikan, pengalaman dan lingkungan orang tua. Orang tua yang hanya supir angkut dan buta huruf serta mempunyai kebutuhan ekonomi yang lemah mungkin hanya berkeinginan agar anaknya pandai, dan intinya anaknya itu jangan sampai seperti orang tuanya atau hidupnya lebih baik dari orang tuanya. Tidak ada orang tua yang berkeinginan anaknya untuk menjadi tidak baik, sekalipun orang tuanya ini orang jahat seperti perampok,psikopat dan sebagainya. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang baik.

Keinginan ada yang baik dan ada yang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain. Keinginan buruk adalah kringinan yang dapat merugikan orang lain.

Ada tiga katergori keadaan hati seseorang: ada yang keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan dan kesulitan apapun yang duhadapinya. Orang berhati keras biasanya mendapat hasil yang sempurna dan sukses hidupnya.

Orang yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya sesuai dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita-citanya itu. Walau karena biarpun hidupnya lambat ia tetap akan berhasil.

Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cpat-cepat ia berganti keinginan. Cita-cita, keinginan, harapan banyak menimbulkan daya kreatifitas para seniman. Banyak hasil seni seperti novel, drama, film, music, tari yang lahir dari cita-cita.

5.       Makna Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkn kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan sesuai dengan norma-norma agama atau etika.

Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik

Manusia adalah seorang pribad yang utuh yang terdiri atas jiwa dan tubuh. Karena mempunyai peribadi, manuisa mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri dan sebagainya. Justru karena sering mementingkan diri sendirin, manusia sampai tiadak mengenal kebajikan.

Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik dan buruk. Yang menentukan baik dan buruk adalah suara hati dari dari manusia tersebut. Suara hati itu berupa bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak. Suara sebenarnya telah memilih yang baik, namun manusia seringkali tidak mendengarkannya.

Sabagi makhluk Tuhan, manusia harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikan agar manusia berbuat baik dan mengelakan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik dan buruk, harus kita dengarkan pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berupa hukum Agama atau Hukum Tuhan.

Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, berprilaku baik dan sebagainya.

6.       Makna Sikap Hidup
Sikap hidup adalah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini.

Sikap itu penting, setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dibentuk seusai dengan kemauan yang membentuknya. Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan. Seperti halnya seorang Komandan yang bersikap tegas, berdisiplin tinggi.

Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif. Sedangkan sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis, yaitu: sikap lincah, sikap tenang, sikap halus, sikap pemberani, sikap rendah hati, dan sikap bangga.

Sikap non etis atau sikap negative. Sikap non etis ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Selain dari itu ada sikap dalam menghadapi keluarga. Sikap menghadapi saudara, dan menghadapi orang yang ada dirumah kita.

Dalam menciptakan keadilan social bagi bangsa Indonesia, yang ada hakikatnya menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bsgi seluruh bangsa Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap itu antara lain: sikap suka bekerja keras, sikap gotong royong, menjaga hak dan kewajiban, sikap suka menolong.

SUMBER
Buku Materi IBD karangan Drs.Suryad,M.P, Jakarta
Buku pengetahuan IBD oleh Drs. Joko Tri Prasetya,dkk, Rineka cipta. Jakarta 2013
Buku Ilmu Sosial Budaya Dsar oleh Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H.  PT CITRA ADITYA BAKTI, bandung 2011

Manusia dan Penderitaan (Tugas ilmu budaya dasar 2)



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN PENDERITAAN” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari  bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis

PEMBAHASAN
MANUSIA DAN PENDERITAAN

1.       Makna Penderitaan
Penderitaan adalah ungkapan perasaan sakit yang dialami manusia dalam kehidupan. Penderitaan bersumber pada unsure”rasa” dalam diri manusia. Menurut asal katanya, penderitaan  berasal dari kata “derita” artinya perasaan tidak enak, perasaan tidak menyenangkan, perasaan sakit. Penderitaan artinya menanggung perasaan tidak enak, menanggung perasaan tidak menyenangkan, menanggung perasaan sakit. Penderitaan dapat mengenai fisik dan mental. Karena penderitaan seseorang. Berat ringan penderitaan dapat dilihat pada kenyataan yang dialami seseorang, yaitu akibat yang timbul pada badan atau jiwa penderita.

Penderitaan fisik adalah penderitaan yang dialami badan seseorang, misalnya penyiksaan karena perbuatan orang lain, muntaber karena penyakit menular, korban gempa karena bencana alam, ataupun siksa Tuhan karena azab. Penderitaan mental adalah penderitaan yang dialami jiwa seseorang misalnya, stres berat karena pekerjaan, goncang cinta karena kegagalan cinta, dan sakit jiwa karena ancaman berat. Penderitaan fisik dan mental kedua-duanya harus bersifat unik, yaitu menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang menentukan perjalanan hidup seseorang. Penderitaan fisik dan mental keduanya saling mempengaruhi. Walaupun seseorang hanya mengalami penderitaan fisik, pasti ada pengaruhnya terhadap jiwanya. Walaupun seseorang hanya mengalami penderitaan mental, pasti ada pengaruhnya terhadap badan.



Penderitaan dapat diuraikan dalam kitab suci Al-Quran. Hal itu misalnya dalam surat Al-Balad ayat 4 yang dinyatakan “manusia ialah makhluk yang hidupnya perjuangan”. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidup ini manusia harus menghadapi alam, menghadapi masyarakat sekelilingnya, dan tidak boleh lupa takwa kepada Tuhan. Apabila manusia melalaikan salah satu tersebut atau tidak sungguh sungguh menghadapinya, maka akibatnya manusia akan menderita.

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan juga ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatun penderitaan merupakan energy untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagi langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Berbagai Kasus penderitaan dalam kehidupan. Misalnya, Bila orang malas bekerja tentu ia akan menderita hidupnya, Dan jika orang itu malas melakukan ibadah atau melakukan perbuatan yang dilarang oleh Tuhannya maka hidupnya pun akan menderita , dan tidaknya menderita didunia maka akan menderitaa diakhirat (kehidupan setelah mati) kelak.

Penderitaan tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Karena setiap orang akan pernah mengalami penderitaan. Nasib malang atau penderitaan dating dan tidak dapat ditolak,  harus menerima apa adanya, kita pasrah kepada Tuhan.

Sejak jaman dahulu kasus penderitaan dituangkan dalam bentuk seni, misalnya seni sastra, seni wayang, seni drama, seni music, dan sebagainya. Penderitaan orang dahulu tidak kalah hebat dibandingkan pada zaman teknologi modern.

Dalam jaman perkembangan teknologi modern ini kasus penderitaan seperti kelaparan, gempa, menjalarnya penyakit, gunung meletus dan sebagainya, dalam waktu singkat tersebar luas keseluruh dunia, sehingga dalam waktu singkat pula rasa simpati dari berbagai penjuru mengakir dalam bentuk berbagai macam sumbangan.

Dengan mempelajari berbagai kasus penderitaan manusia berarti telah mempelajari nilai, sikap, harga diri, ketaatan, kesombongan dan sebagainya. Semua itu sangat bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas wawasan, tanggapan bagi yang mempelajarinya.

2.       Penyebab Penderitaan
a.       Perbuatan Buruk Manusia
Penderitaan yang menimpa manusia terjadi karena perbuatan dalam hubungan sesame manusia dan perbuatan dalam hubungan manusia dengan alam lingkungannya. Penderitaan ini dapat juga disebut Nasib Buruk karena perbuatan manusia. Penderitaan manusia karena nasib buruk dapat diperbaiki agar menjadi nasib baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Jadi, nasib buruk itu penyebabnya adalah manusia dan manusia juga yang memperbaikinya. Nasib  buruk dibedakan atas takdir yang penyebabnya adalah Tuhan dan Tuhan juga yang menetapkan takdir.

1.       Perbuatan Buruk Kepada Orang Lain
Perbuatan buruk manusia merupakan salah satu penyebab manusia lain menderita. Penderitaan yang mereka alami sangat berat, bahkan kematian. Penderitaan berat akibat perbuatan buruk manusia akan meninggalkan noktah hitam yang tidak mungkin dihapus dalam perjalanan hidup penderitanya.

2.       Perbuatan Buruk kepada Alam Lingkungan
Perbuatan buruk manusia pada lingkungan juga menjadi penyebab penderitaan manusia, tetapi sayang manusia tidak mau menyadari perbuatannya itu. Mungkin kesadaran itu baru akan timbul setelah terjadi musibah yang mengakibatkan penderitaan manusia. Contoh: banjir, longsor, dan sebagainya.

b.      Perkawinan, Perceraian, Kematian

1.Kawin Paksa

Penderitaan atas kawin paksa , perceraian atau kehilangan buah hati yang disayangi juga menghiasi kehidupan manusia karena menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Kawin pakasa yang masih terdapat dalam masyarakat merupakan satu diantara sumber penyebab terjadinya penderitaan. Adalah wajar apabila seorang anak pria dan wanita tidak menerima perlakuan orang tua yang memaksanya kawin dengan pasangan yang bukan pujaannya. Kawin paksa tidak pernah didasari oleh rasa sayang, kecuali kebencian, karena itu sifatnya selalu rapuh dan tidak membangkitkan gairah hidup. Akhirnya, perceraianlah yang menjadi ujung tombaknya. Semua perbuatan yang dilakukan tanpa dilandasi kesadaran diri tidak akan menuai manfaat yng hakiki.
2.Perceraian
Perceraian suami istri mengakibatkan penderitaan bagi anak. Bagaimanapun juga perkembangan anak memerlukan asuhan dan bimbingan orang tua sejak dia lahir. Ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang memerlukan penghayatan. Jika terjadi perceraian, kemungkinan anak ikut ibu atau ikut ayahnya.
3.Kematian
Kehilangan buah hati curahan kasih sayang juga menjadi sumber penderitaan manusia. Kematian anak yang disayangi ataupun kematian kekasih yang tercinta merupakan contoh yang banyak terjadi  dalam masyarakat yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

3.       Makna Siksaan
Berbicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang dosa dan nerakan dimana manusia akan disiksa, dan akhirnya firman Tuhan dalam kitab suci Al-Quran. Seperti yang diketahui bahwa dalam kitab suci Al-Quran tersebut terdapat banyak ayat yang menjelaskan tentang siksaan.

Bentuk siksaan yang tersebut antara lain ada dalam surat AL-Ankabut ayat 40 yang menyatakan: “Masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan kedalam tanah seperti Qarun,  dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum  Nuh. Dengan siksaan itu, Allah tidak menganiaya mereka, namun mereka jugalah yang menganiaya diri mereka sendiri , dengan dosa-dosanya”

Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan, bahkan mungkin menderikan bulu kuduk kita. Betapa tidak, didalam benak kita terbayang seseorang yang tinggi besar, kokoh dan kuat dengan muka yang seram sedang memegang cemeti yang siap mencabuk kepada orang yang disiksa. Atau orang memegang besi yang sudah dipanaskan ujungnya sampai berwarna merah dan siap ditempelkan ketubuh orang yang disiksa. Semua itu dengan maksud agar orang yang disiksa itu memenuhi permintaan penyiksa atau perbuatan balas dendam.

Siksaan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap manusia pernah atau akan merasakannya. Siksaan juga tidak dapat dipisahkan oleh dosa-dosa manusia. Siksaan yang berhubungan dengan dosa adalah siksaan di Hari Kiamat.

Kita dapat menilai diri kita sendiri, dimana kita berdiri, dimana kita berpihak, dan sejauh mana ketakwaan kita kepada Tuhan.

4.       Makna Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi sipenderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit. Sakit kepala akibatnya terasa sakit kepalanya (pusing). Sakit hati akibatnya hatinya terasa sakit. Sakit cinta akibatnya hati selalu dirundung rasa ingin bertemu dengan orang yang dicintai, dan lain-lain.

Penyakit atau sakit dapat menimpa setiap makhluk hidup. Kaya miskin, besar kecil, tua muda, bila telah tertimpa , orang bodoh atau pintar , bahkan professor pun tidak dapat menghindarinya.

Rasa sakit atau penyakit tidak dapat dihindari dari kehidupan sehari-hari. Menderita penyakit tidak direncanakan, dating begitu saja, sedangkan manusia hanya dapat berikhtiar menyembuhkan.

Orang merasa sakit, dan karena orang merasa sakit orang itu menderita. Dan penderitaanlah yang dialaminya. Siksaan adalah rangkaian peristiea yang tidak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat.

Rasa banyak hikmahnya, antara lain dapat mendekatkan diri kepada Tuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa sosial, dermawan, dan sebagainya.

Tiap rasa sakit atau penyakit pasti ada penyembuhnya atau obat. Hanya tergantung kepada penderita, apa ada usaha atau tidak dalam menyembuhkan penyakitnya. Bagi yang berusaha sungguh-sungguh dengan disertai doa, maka Tuhan akan membantu dan mengambulkan doanya.

5.       Neraka
Neraka sering dihubungkan dengan kematian. Neraka sesudah mati dibahas oleh para agama. Penderitaan dalam hidup yang sering pula dikatakan NERAKA DUNIA.

Berbicara mengenai neraka, maka  tentu kita ingat terhadap dosa. Dan juga terbayang jelas diingatan kita. Tergambar pula ingatan kita suatu rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa.

Sudah jelas bahwa neraka merupakan tempat manusia disiksa karena dosa-dosanya, dan manusia pasti akan mengalami rasa sakit dan penderitaan yang sangat luar biasa melebihi penderitaannya dibumi.

Manusia masuk neraka karena dosa. Oleh karena itu, bila kita bicara tentang neraka tentu akan berkaitan dengan dosa. Dan dosa ialah kesalahan-kesalahan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas darin kesalahan. Kesalahan itu sengaja atau tidak, tetap salah dan akan mendapatkan hukuman itu sesuai dengan kesalahannya. Siapa yang menghukum tergantung pada kesalahan tersebut.

Selain itu banyak media massa yang mengkomunikasikan penderitaan yang hebat membuat pilu dan haru pembacanya, sehingga banyak orang yang mengulurkan tangan ingin meringankan beban penderitannya sesama.

6.       Sumber Penderitaan
a.       Hakikat Manusia
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling hubungan dan pengaruh mempengaruhi antara unsur-unsur  jasmani, rohani, dank arena itu penderitaan dapat pula terjadi pada tingkat jasmani maupun rohani.

Jasmani disebut juga sebagai tubuh, badan, jasad, materi, wadah. Jasmani merupakan unsure yang hidup pada pribadi manusia. Didalam jasmani manusia ada dua unsure yang selalu berhubungan, yaitu otak dan panca indera. Didalam otak ada berbagai pusat kemampuan manusia. Panca indera merupakan alat atau jendela atau pintu tubuh manusia sehingga manusia mampu menerima dan menangkap segala sesuatu hal.

Rohani sering disebut dengan istilah lain seperti misalnya jiwa, badan halus, dan mind merupakan unsur yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia. Dalam kehidupan sehari-hari rohani menjiwai, mendasari, dan memimpin unsur-unsur pribadi manusia.

b.      Dorongan memenuhi kebutuhan sebagai sumber penderitaan
Dalam rangka memenuhi kebutuhan ini mungkin saja terjadi bahwa tujuan, ialah sesuatu dengan yang dikehendaki. Tetapi mungkin pula sesuatu yang diingini itu tidak tercapai. Jika tujuan yang diingini itu tercapai maka yang didapat dan dirasakan adalah kepuasan, kegembiraan atau kesenangan. Jika sebaliknya yang terjadi,  maka yang didapat adalah penyesalan, kesedihan dan penderitaan. Bagaimana kualitas perasaan yang timbul akibat upaya pencapaian tujuan ini, kiranya akan mengikuti skala pencapaian tujuannya. Makin dekat dengan tujuan yang dicapai,makin dalam perasaan kegembiraan yang dirasakan. Makin jauh tujuan yang ingim dicapai maka yang didapat juga makin tipis rasa kegembiraannya.

7.       Pengaruh Penderitaan
a.       Pengaruh Negatif
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap negative, misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, atau ingin bunuh diri.

b.      Pengaruh Positif
Orang yang mengalami penderitaan mungkin juga akan memperoleh sikap positif dalam dirinya. Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, melainkan juaga perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Penderitaan hanyalah bagian dari kehidupan yang dapat member pengalaman memecahkan masalah untuk mencapai esok yang lebih sejahtera. Hidup tanpa penderitaan samalah dengan gelombang datar ditengah lautan. Sikap positif atau optimis biasanya kreatif dan produktif, tidak mudah menyerah pada keadaan.

c.       Penilaian Masyarakat
Apabila sikap negative dan sikap positif dari penderitaan dikomunikasikan kepada masyarakat, masyarakat akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan atau kesediaan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Nilai-nilai kemanusiaan yang sudah tidak sesuai di tinggalkan dan diganti dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih kondusif dengan kondisi masyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan yang berupa hambatan-hambatan harus disingkirkan. Berdasarkan uraian dalam pembahasan diatas dapat diinventarisasi nilai-nilai kemanusiaan yang dirasakan sebagai hal yang sudah using, antara lain: kawin paksa, ketidakseimbangan status, fungsi, serta peran suami dan istri dalam keluarga.

8.       Upaya Menghindari Diri dari Penderitaan
Manusia hendaknya percaya dengan mutlak kepada Tuhan yang Maha Esa. Hanya Tuhan lah yang menentukan kehidupan manusia, yang mampu menciptakan keajaiban diluar pikiran manusia, hanya Tuhan lah yang maha kuasa, Maha pengasih dan Maha penyayang.

Manusia hendaknya dalam perjuangan hidup selalu teguh dalam pikiran dan pendirian, waspada dalam membela cita-cita, dan penuh dengan kesadaran lahir dan batin. Orang hendaknya selalu tidak mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Manusia hendaknya  giat bekerja untuk  mencapai kebahagiaan baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, keluarga, negara dan bangsa. Jadi walaupun diakui bahwa takdir itu ada, manusia harus tetap berikhtiar. Hal ini sesuai pula dengan ajaran agama islam yang mengatakan bahwa “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka sendiri mengubah keadaannya.


Manusia hendaknya selalu mengukur kekuatan diri sendiri dalam upaya memnuhi kebutuhan hidupnya. Orang yang dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup tidak mau mengukur atau tidak mau menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki, maka orang itu akan menjadi badak”hawa nafsunya” sendiri. Orang yang dalam kondisi semacam ini, pikirannya, kehendaknya, dan perasaannya sudah tidak mampu member pertimbangan. Orang seperti ini senntiasa akan terus – menerus mengikuti hawa nafsu tersebut, ia tidak pernah merasa puas, dan ia akan menderita.






SUMBER

Buku Ilmu Budaya Dasar karangan Drs. Joko Tri Prasetya, dkk , penerbit: Rineka Cipta, Jakarta 2013
Buku Ilmu Sosial Budaya Dasar , karangan: Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H. , penerbit : PT CITRA ADITYA BAKTI, Bandung 2011