Jumat, 09 Januari 2015

Manusia dan Cinta Kasih (Tugas ilmu budaya dasar 1)



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN CINTA KASIH” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari  bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN CINTA KASIH


1.       Makna Kasih Sayang
Kasih sayang diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang, yang diungkapkan secara nyata, dengan penuh tanggung jawab, serta pengabdian dan pengorbanan. Dalam rumusan tersebut dapat diuraikan lima unsur kasih sayang, yaitu:
a.       Perasaan kasih sayang, yang meliputi cinta, senang, suka, dan belas kasihan.
b.      Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi meliputi Tuhan Sang pencipta, manusia, dan alam lingkungan.
c.       Diungkapkan secara nyata, yaitu dalam bentuk sikap, tingkah laku.
d.      Penuh tanggung jawab, yaitu segala akibat yang timbul atau terjadi baik, berguna, menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
e.      Pengabdian dan pengorbanan, yaitu keikhlasan atau kerelaan semata-mata, beban pengeluaran maupun perbuatan tidak diharapkan memperoleh pengembalian atau imbalan.

Kasih sayang bersumber dari unsure rasa dalam diri manusia, ungkapan-ungkapan perasaan yang dibenarkan oleh akal, dan direalisasikan oleh rasa dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan tanggung jawab. Kasih sayang yang dilengkapi tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesame manusia, antara manusia dan alam lingkungan, serta antara manusia dan Tuhan. Dengan demikian halnya.
Ada berbagai macam bentuk kasih sayapng, bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang dan yang disayang.

2.       Hubungan Kasih Sayang

a.       Kasih Sayang Pria dengan Wanita
Setelah pria dan wanita menginjak dewasa, wajarlah apabila mereka sama-sama mencari pasangan hidup masing-masing karena perkawinan merupakan kebutuhan primer bagi manusia normal. Baik pria dan wanita yang sudah dewasa saling mencari jodoh menurut strategi masing-masing. Apabila mereka saling melirik, saling bertemu, dan saling memperhatikan, ini pertanda sudah mulai tumbuh rasa kasih sayang diantara mereka. Dan jika mereka sudah menjalani hubungan, dan sedangkan hubungan tersebut sudah cukup lama , maka pria dan wanita tersebut wajib untuk menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga.

Kasih Sayang dalam Rumah Tangga.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta.  Rasa suka atau cinta terhadap pria dan wanita dan diakhiri dengan perkawinan, maka didalam suatu rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
                                                                                                                                                                                     Dalam kasih sayang terhadap rumah tangga masing-masing pihak atau pria dan wanita dituntut untuk bertanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling terbuka, saling pengertian, sehingga rumah tangga tersebut merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.  Jika salah satu unsur tersebut hilang, maka retaklah keutuhan rumah tangga tersebut.

b.      Kasih sayang orang tua dengan anak (Keluarga)
Kasih sayang pertama diperoleh oleh anak adalah didalam keluarga. Sebab keluarga merupakan tempat membina rasa cinta dan kasih saying antara anggota keluaga. Untuk itu kewajiban orang tua tidak terlepas pada pemenuhan materi saja tetapi juga perhatian dan kasih sayang.

Orang tua mempunyai rasa sayang mendalam kepada anaknya sebagai penerus generasi, sedangkan anak berhak memperoleh kasih sayang yang wajar dari orang tua. Orang tua berkewajiban member nafkah kepada anak, memelihara dan mendidik anak, serta mengarahkan anak agar mulai menghayati nilai-nilai kehidupan mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat dan sekolah. Orang tua memenuhi pendidikan anak sebaik-baiknya sebagai bekal hidup kelak dikemudian hari. Orang tua selalu memperhatikan dan mengikuti perkembangan anak sampai dia menjadi dewasa. Memenuhi kebutuhannya secara wajar, mengawasi serta menjaga dan melindunginya agar selalu dalam keadaan sehat.


c.       Kasih sayang kepada Tuhan dan Pemujaan
Seorang yang taat beribadah akan mematuhi perintah Tuhan dan menjauhi larangannya. Dimana ada forum pengajian, disitu dia hadir. Di mana ada acara cermah agama, disitu dia berdialog. Kemana-mana dia pergi, disitu dia membawa buku agama. Orang taat beragama ini menaruh kasih sayang yang didasari pengabdiannya kepada Tuhan Sang Pencipta. Karena manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, sudah sewajarnya manusia mengaabdi Tuhannya.
 Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan.  Kecintaan manusia  terhadap Tuhan  tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah nilai, inti, dan makna kehidupan yang sebenarnya. Semua itu terjadi karena Tuhan merupakan pencipta alam semesta dan besertanya. Seperti dalam surat  Al-Furqan 59-60 “ Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa  diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta  diatas singgasananya. Dia maha pengasih , maka tanyakanlah kepadanya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”.

 Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutannya manusia memujanya dan mentaati segala perintah dan menjauhi larangannya.
 Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup          manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.

-          Cara Pemujaan
 Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai berbagai cara untuk memuja sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

 Didalam alam semesta ini tidak ada satu orangpun yang membantah bahwa Tuhan pencipta segala-galanya. Dan bahwa Tuhan Maha tahu, Tuhan Maha Penguasa, Tuhan Maha Penyayang ,Tuhan Maha Kasih, Tuhan Maha Adil. Dan tidak ada yang menyangkal.
 Oleh karena itu, pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Dan Hal itu merupakan karena manusia ingin mohon ampun atas segala dosa-dosanya, mohon atas perlindungannya, dan agar ditunjukan kejalan yang baik dan benar.
Cinta Manusia kepada Tuhan merupakan cinta yang mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi, Dan alangkah besarnya dosa kita, apabila tidak mencintainya meskipun hanya sekejap.

-          Tempat Pemujaan
 Tempat manusia berkomunikasi atau menjalankan ibadah adalah Masjid, Greja, Candi, Pura dan lain-lain. Ditempat-tempat itu dianggap Tuhan berada, karena orang islam menamakan Masjid itu adalah “Rumah Allah”, maka sangat wajar jika tempat tersebut dibuat sebagus mungkin.
Apabila masyarakat berhasil membangun tempat memuja, tempat berkomunikasi dengan Tuhan atau yang dianggap Tuhan sebesar dan seindah mungkin, maka banggakanlah masyarakat itu. Kebanggan itu adalah kepuasan batinnya akan kemaksimalan cintanya, pengabdiannya kepada Tuhan. Bangsa Indonesia memiliki Borobudur sebagai tempat pemujaan agam Budha yang tidak ada duanya didunia pada jamannya. Untuk itu bangsa Indonesia bangga, meskipun bangsa Indonesia yang tinggal disekitar Candi Borubudur pada waktu ini tidak lagi memeluk agama Budha. Hal ini merupakan bukti kemaksimalan bangsa Indonesia pada waktu itu akan cintanya kepada Tuhannya. Banyak pemeluk agama yang ingin membangun tempat pemujaannya sebagus dan seindah mungkin.

Dapat disimpulkan:
Pemujaan terhadap Tuhan pada hakikatnya merupakan manifiesta cinta kepada Tuhan. Dalam mencari bentuk-bentuk ini pemujaan dapat berupa : sembahyang atau shalat sebagai media komunikasi dan membangun tempat ibadah sebaik dan seindah mungkin.

d.      Kasih Sayang sesame Manusia (Belas Kasihan)
 Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta terhadap sesama ini diberikan istilah BELAS KASIHAN , untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria wanita , cinta kepada Tuhan.
 Perbuatan atau sifat yang menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk belas kasihan, Misalnya sanggupkah ia mengunggah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang itu bebudi dan terpujilah oleh ALLAH SWT.

 Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihi dan banyak cara kita untuk menumpahkan rasa kasihan. Yang perlu dikasihi antara lain : yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis , orang cacat, masyarakat yang hidup tidak bekecukupan. Orang-orang itu umumnya menderita lahir batin dan umumnya kurang tangan yang menjulur memberikan belas kasihan.
 Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, pakaian, barang, dan sebagainya.

e.      Kasih sayang terhadap lingkungan
Seorang menciptakan Taman bunga yang indah, dipelihara dan dirawat dengan teliti dan hati-hati. Taman bunga tersebut diberi  pupuk dan disiram setiap hari, sehingga tumbuh dengan suburnya. Bunga warna-warni mulai mekar dengan terata rapi menurut tempat panjangannya masing-masing . orang pencipta taman bunga tersebut menaruh kasih sayang yang didasari senang pada alam lingkungannya yang indah.

3.       Ungkapan Kasih Sayang
Orang yang dalam dirinya dominan kasih sayang, kehidupannya penuh gairah, banyak inisiatif, dan selalu kreatif. Bagi seniman, kasih sayang dituangkan dalam bentuk karya cipta, sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap dalam karya cipta. Kasih sayang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan manusia. Tanpa kasih sayang kehidupan itu menjadi gersang. Kasih sayang ikut menentukan perkembangan kepribadian dan cara berpikir seorang. Kasih sayang membangkitkan gairah hidup dan daya kreatif untuk membahagiaan manusia.
Kasih sayang dapat diungkapkan dalam bentuk:

a.       Bentuk kata-kata atau pernyataan
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk kata-kata atau pernyataan, antara lain: “aku sayang kamu, “tidurlah sayang”, jauh dimata dekat dihati”. Ungkapan kasih sayang tersebut biasa digunakan oleh orang barat atau orang timur dengan gaya bahasanya masing-masing dalam pergaulan sehari-hari atau dunia sastra, seni suara, bahkan ungkapan kasih sayang dijadikan rayuan gombal.

b.      Bentuk tulisan, telegram, faksimile
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk tulisan, telegram, facsimile, antara lain: surat cinta, dan surat anak kepada ayah dan ibu. Ungkapan kasih sayang ini biasa digunakan apabila tempatnya saling berjauhan, atau karena sulit mengucapkan dengan kata-kata, atau karena malu.

c.       Bentuk gerakan
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk gerakan adalah yang paling banyak dan merajalela, dapat dijumpai dimana saja pertemuan, di rumah, kantor, perayaan ulang tahun, perkawinan, diforum resmi. Bentuk gerakan tersebut antara lain:  bersalaman, pelukan, ciuman, rangkulan.

d.      Bentuk media
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk media, antara lain: setangkai bunga, souvenir,kado dan oleh-oleh. Ungkapan-ungkapan ini umum digunakan oleh orang mana saja. Setangkai bunga khusunya digunakan untuk menyatakan perasaan cinta asmara atau sebagai ganti ucapan selamat, baik dalam konteks cinta maupun upacar tertentu, baik dalam konteks cinta asmara atau konteks biasa saja.


4.       Makna Kemesraan
          Kemesraan pada dasarnya adalah perwujudan kasih yang telah mendalam.  Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan adalah perwujudan dari cinta.
 Cinta menjadi lebih agung lagi, karena ia merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi  utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan mencintai ini member nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusin kita.
 Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Hubungan yang akrab dituangkan dalam bentuk sini misalnya seni pahat, seni patung, seni lukis, seni sastra dan sebagainya sesuai dengan bakatnya. Dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari karonsih, gatot kaca gandrung, merak, dan lain.

Kesimpulannya adalah:

 Bahwa kemesraan merupakan hubungan akrab antara pria dan wanita atau suami dan istri. Kemesraan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Didalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan. Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia  untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, seni tari, seni sastra dan sebagainya

5.       Cinta Kasih Erotis
Dalam cinta kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antara orang yang sama dan sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang lemah dan tak berdaya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut. Keduanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakikatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja.

Pertama-tama cinta kasih erotis  kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi, seperti  yang telah dikatakan terlebih dahulu pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakikatnya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing tadi telah menjadi seorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan yang harus diatasi , tidak adalagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan.
     
Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusifitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusif dalam cinta kasih erotis ini perlu diperbincangkan lebih lanjut. Kerap kali ekslusifitas dalam cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan diartikan sebagai suatu ikatan hak milik. Sering kita jumpai sepasang orang yang sedang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainnya.
   
 Cinta kasih erotis, apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Dan menerima pribadi orang lain (wanita ataupun pria) dengan jiwanya yang sedalam dalamnya.
    
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa kebenaran tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain. oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama kelirunya dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.


SUMBER

-Buku Ilmu Budaya Dasar karangan: Drs.Joko Tri Prasetya, dkk, Jakarta, penerbit : Rineka cipta 2013
-Hartono Drs, dkk, ilmu budaya dasar, Surabaya
-Buku Ilmu Sosial Budaya Dasar karangan: Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., penerbit: PT CITRA ADITYA BAKTI, bandung 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar