KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat
serta hidayahnya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN
CINTA KASIH” .
Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar
Akhirnya saya menyadari
bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari
itu saya mengharapkan kritik saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah
ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN CINTA KASIH
1. Makna Kasih Sayang
Kasih sayang
diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang, yang diungkapkan secara nyata, dengan penuh tanggung jawab, serta
pengabdian dan pengorbanan. Dalam rumusan tersebut dapat diuraikan lima unsur
kasih sayang, yaitu:
a.
Perasaan kasih sayang, yang meliputi cinta,
senang, suka, dan belas kasihan.
b.
Kepada sesuatu, yaitu objek yang disayangi
meliputi Tuhan Sang pencipta, manusia, dan alam lingkungan.
c.
Diungkapkan secara nyata, yaitu dalam bentuk
sikap, tingkah laku.
d.
Penuh tanggung jawab, yaitu segala akibat yang
timbul atau terjadi baik, berguna, menguntungkan, menciptakan keserasian,
keseimbangan dan kebahagiaan.
e.
Pengabdian dan pengorbanan, yaitu keikhlasan
atau kerelaan semata-mata, beban pengeluaran maupun perbuatan tidak diharapkan
memperoleh pengembalian atau imbalan.
Kasih sayang
bersumber dari unsure rasa dalam diri manusia, ungkapan-ungkapan perasaan yang
dibenarkan oleh akal, dan direalisasikan oleh rasa dalam bentuk tingkah laku
dan perbuatan tanggung jawab. Kasih sayang yang dilengkapi tanggung jawab
menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesame manusia,
antara manusia dan alam lingkungan, serta antara manusia dan Tuhan. Dengan
demikian halnya.
Ada berbagai
macam bentuk kasih sayapng, bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang dan yang
disayang.
2. Hubungan Kasih Sayang
a.
Kasih
Sayang Pria dengan Wanita
Setelah pria dan
wanita menginjak dewasa, wajarlah apabila mereka sama-sama mencari pasangan
hidup masing-masing karena perkawinan merupakan kebutuhan primer bagi manusia
normal. Baik pria dan wanita yang sudah dewasa saling mencari jodoh menurut
strategi masing-masing. Apabila mereka saling melirik, saling bertemu, dan
saling memperhatikan, ini pertanda sudah mulai tumbuh rasa kasih sayang
diantara mereka. Dan jika mereka sudah menjalani hubungan, dan sedangkan
hubungan tersebut sudah cukup lama , maka pria dan wanita tersebut wajib untuk
menikah dan menjalani kehidupan berumah tangga.
Kasih Sayang dalam Rumah Tangga.
Dalam kehidupan
berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini
merupakan pertumbuhan dari cinta. Rasa
suka atau cinta terhadap pria dan wanita dan diakhiri dengan perkawinan, maka
didalam suatu rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan,
tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang terhadap rumah tangga
masing-masing pihak atau pria dan wanita dituntut untuk bertanggung jawab,
pengorbanan, kejujuran, saling terbuka, saling pengertian, sehingga rumah
tangga tersebut merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika salah satu unsur tersebut hilang, maka
retaklah keutuhan rumah tangga tersebut.
b.
Kasih
sayang orang tua dengan anak (Keluarga)
Kasih sayang pertama diperoleh oleh anak adalah
didalam keluarga. Sebab keluarga merupakan tempat membina rasa cinta dan kasih
saying antara anggota keluaga. Untuk itu kewajiban orang tua tidak terlepas
pada pemenuhan materi saja tetapi juga perhatian dan kasih sayang.
Orang tua mempunyai rasa sayang mendalam kepada
anaknya sebagai penerus generasi, sedangkan anak berhak memperoleh kasih sayang
yang wajar dari orang tua. Orang tua berkewajiban member nafkah kepada anak,
memelihara dan mendidik anak, serta mengarahkan anak agar mulai menghayati
nilai-nilai kehidupan mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan
masyarakat dan sekolah. Orang tua memenuhi pendidikan anak sebaik-baiknya
sebagai bekal hidup kelak dikemudian hari. Orang tua selalu memperhatikan dan
mengikuti perkembangan anak sampai dia menjadi dewasa. Memenuhi kebutuhannya
secara wajar, mengawasi serta menjaga dan melindunginya agar selalu dalam
keadaan sehat.
c.
Kasih
sayang kepada Tuhan dan Pemujaan
Seorang yang taat
beribadah akan mematuhi perintah Tuhan dan menjauhi larangannya. Dimana ada
forum pengajian, disitu dia hadir. Di mana ada acara cermah agama, disitu dia
berdialog. Kemana-mana dia pergi, disitu dia membawa buku agama. Orang taat
beragama ini menaruh kasih sayang yang didasari pengabdiannya kepada Tuhan Sang
Pencipta. Karena manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna,
sudah sewajarnya manusia mengaabdi Tuhannya.
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia
kepada Tuhan. Kecintaan manusia terhadap Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah nilai, inti, dan
makna kehidupan yang sebenarnya. Semua itu terjadi karena Tuhan merupakan
pencipta alam semesta dan besertanya. Seperti dalam surat Al-Furqan 59-60 “ Dia yang menciptakan langit
dan bumi beserta apa-apa diantara
keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgasananya. Dia maha pengasih ,
maka tanyakanlah kepadanya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga
penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu
ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan
ketakutannya manusia memujanya dan mentaati segala perintah dan menjauhi
larangannya.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa
pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta
termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
-
Cara Pemujaan
Dalam kehidupan
manusia terdapat berbagai berbagai cara untuk memuja sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing.
Didalam alam
semesta ini tidak ada satu orangpun yang membantah bahwa Tuhan pencipta
segala-galanya. Dan bahwa Tuhan Maha tahu, Tuhan Maha Penguasa, Tuhan Maha
Penyayang ,Tuhan Maha Kasih, Tuhan Maha Adil. Dan tidak ada yang menyangkal.
Oleh karena
itu, pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan
Tuhannya. Dan Hal itu merupakan karena manusia ingin mohon ampun atas segala
dosa-dosanya, mohon atas perlindungannya, dan agar ditunjukan kejalan yang baik
dan benar.
Cinta Manusia kepada Tuhan merupakan cinta yang mutlak
dan tidak dapat ditawar-tawar lagi, Dan alangkah besarnya dosa kita, apabila
tidak mencintainya meskipun hanya sekejap.
-
Tempat Pemujaan
Tempat manusia
berkomunikasi atau menjalankan ibadah adalah Masjid, Greja, Candi, Pura dan
lain-lain. Ditempat-tempat itu dianggap Tuhan berada, karena orang islam
menamakan Masjid itu adalah “Rumah Allah”, maka sangat wajar jika tempat
tersebut dibuat sebagus mungkin.
Apabila masyarakat berhasil membangun tempat memuja,
tempat berkomunikasi dengan Tuhan atau yang dianggap Tuhan sebesar dan seindah
mungkin, maka banggakanlah masyarakat itu. Kebanggan itu adalah kepuasan batinnya
akan kemaksimalan cintanya, pengabdiannya kepada Tuhan. Bangsa Indonesia
memiliki Borobudur sebagai tempat pemujaan agam Budha yang tidak ada duanya
didunia pada jamannya. Untuk itu bangsa Indonesia bangga, meskipun bangsa
Indonesia yang tinggal disekitar Candi Borubudur pada waktu ini tidak lagi
memeluk agama Budha. Hal ini merupakan bukti kemaksimalan bangsa Indonesia pada
waktu itu akan cintanya kepada Tuhannya. Banyak pemeluk agama yang ingin
membangun tempat pemujaannya sebagus dan seindah mungkin.
Dapat disimpulkan:
Pemujaan terhadap Tuhan pada hakikatnya merupakan
manifiesta cinta kepada Tuhan. Dalam mencari bentuk-bentuk ini pemujaan dapat
berupa : sembahyang atau shalat sebagai media komunikasi dan membangun tempat
ibadah sebaik dan seindah mungkin.
d.
Kasih
Sayang sesame Manusia (Belas Kasihan)
Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan
antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta terhadap sesama ini diberikan istilah
BELAS KASIHAN , untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria wanita , cinta
kepada Tuhan.
Perbuatan atau sifat yang menaruh belas
kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk belas
kasihan, Misalnya sanggupkah ia mengunggah potensi belas kasihannya itu. Bila
orang itu tergugah hatinya maka berarti orang itu bebudi dan terpujilah oleh
ALLAH SWT.
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita
kasihi dan banyak cara kita untuk menumpahkan rasa kasihan. Yang perlu dikasihi
antara lain : yatim piatu, orang-orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris,
pengemis , orang cacat, masyarakat yang hidup tidak bekecukupan. Orang-orang
itu umumnya menderita lahir batin dan umumnya kurang tangan yang menjulur
memberikan belas kasihan.
Berbagai macam cara orang memberikan belas
kasihan bergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, pakaian,
barang, dan sebagainya.
e. Kasih sayang terhadap lingkungan
Seorang menciptakan Taman bunga yang indah,
dipelihara dan dirawat dengan teliti dan hati-hati. Taman bunga tersebut
diberi pupuk dan disiram setiap hari, sehingga
tumbuh dengan suburnya. Bunga warna-warni mulai mekar dengan terata rapi
menurut tempat panjangannya masing-masing . orang pencipta taman bunga tersebut
menaruh kasih sayang yang didasari senang pada alam lingkungannya yang indah.
3. Ungkapan Kasih Sayang
Orang yang dalam dirinya dominan kasih sayang, kehidupannya penuh gairah,
banyak inisiatif, dan selalu kreatif. Bagi seniman, kasih sayang dituangkan
dalam bentuk karya cipta, sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan
demikian, masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap dalam
karya cipta. Kasih sayang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan manusia. Tanpa
kasih sayang kehidupan itu menjadi gersang. Kasih sayang ikut menentukan
perkembangan kepribadian dan cara berpikir seorang. Kasih sayang membangkitkan
gairah hidup dan daya kreatif untuk membahagiaan manusia.
Kasih sayang dapat diungkapkan dalam bentuk:
a. Bentuk kata-kata atau pernyataan
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk kata-kata atau pernyataan, antara
lain: “aku sayang kamu, “tidurlah sayang”, jauh dimata dekat dihati”. Ungkapan
kasih sayang tersebut biasa digunakan oleh orang barat atau orang timur dengan
gaya bahasanya masing-masing dalam pergaulan sehari-hari atau dunia sastra,
seni suara, bahkan ungkapan kasih sayang dijadikan rayuan gombal.
b. Bentuk tulisan, telegram, faksimile
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk tulisan, telegram, facsimile, antara
lain: surat cinta, dan surat anak kepada ayah dan ibu. Ungkapan kasih sayang
ini biasa digunakan apabila tempatnya saling berjauhan, atau karena sulit
mengucapkan dengan kata-kata, atau karena malu.
c. Bentuk gerakan
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk gerakan adalah yang paling banyak dan
merajalela, dapat dijumpai dimana saja pertemuan, di rumah, kantor, perayaan
ulang tahun, perkawinan, diforum resmi. Bentuk gerakan tersebut antara
lain: bersalaman, pelukan, ciuman,
rangkulan.
d. Bentuk media
Ungkapan kasih sayang dalam bentuk media, antara lain: setangkai bunga,
souvenir,kado dan oleh-oleh. Ungkapan-ungkapan ini umum digunakan oleh orang
mana saja. Setangkai bunga khusunya digunakan untuk menyatakan perasaan cinta
asmara atau sebagai ganti ucapan selamat, baik dalam konteks cinta maupun
upacar tertentu, baik dalam konteks cinta asmara atau konteks biasa saja.
4. Makna Kemesraan
Kemesraan pada dasarnya adalah
perwujudan kasih yang telah mendalam.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan adalah
perwujudan dari cinta.
Cinta menjadi lebih agung lagi, karena ia
merupakan daya pemersatu dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan
mencintai ini member nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam
menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusin kita.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya.
Hubungan yang
akrab dituangkan dalam bentuk sini misalnya seni pahat, seni patung, seni
lukis, seni sastra dan sebagainya sesuai dengan bakatnya. Dalam seni tari
berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari karonsih, gatot
kaca gandrung, merak, dan lain.
Kesimpulannya
adalah:
Bahwa kemesraan merupakan hubungan akrab
antara pria dan wanita atau suami dan istri. Kemesraan merupakan bagian dari
kehidupan manusia. Didalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan.
Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatifitas manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya,
seni tari, seni sastra dan sebagainya
5. Cinta Kasih Erotis
Dalam cinta
kasih persaudaraan merupakan cinta kasih antara orang yang sama dan sebanding,
sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang lemah dan
tak berdaya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut.
Keduanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakikatnya cinta kasih tidak terbatas
kepada seseorang saja.
Pertama-tama
cinta kasih erotis kerap kali
dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu
keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang
yang asing satu sama lain. Tetapi, seperti
yang telah dikatakan terlebih dahulu pengalaman intimitas, kemesraan
yang tiba-tiba ini pada hakikatnya hanyalah sementara saja. Bilamana orang asing
tadi telah menjadi seorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan
yang harus diatasi , tidak adalagi kemesraan tiba-tiba yang harus
diperjuangkan.
Dalam cinta
kasih erotis terdapat ekslusifitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih
persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusif dalam cinta kasih
erotis ini perlu diperbincangkan lebih lanjut. Kerap kali ekslusifitas dalam
cinta kasih erotis di salah tafsirkan dan diartikan sebagai suatu ikatan hak
milik. Sering kita jumpai sepasang orang yang sedang saling mencintai tanpa
merasakan cinta kasih terhadap setiap orang lainnya.
Cinta kasih erotis, apabila ia benar-benar
cinta kasih, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh
mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Dan menerima
pribadi orang lain (wanita ataupun pria) dengan jiwanya yang sedalam dalamnya.
Dengan demikian
maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual
belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada
perbuatan kemauan, kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa
kebenaran tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain. oleh karena
itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila
orang tidak bersukses didalamnya, merupakan gagasan yang sama kelirunya dengan
gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam keadaan bagaimanapun, tidak boleh
diputuskan.
SUMBER
-Buku Ilmu Budaya Dasar karangan: Drs.Joko
Tri Prasetya, dkk, Jakarta, penerbit : Rineka cipta 2013
-Hartono Drs, dkk, ilmu budaya dasar,
Surabaya
-Buku Ilmu Sosial Budaya Dasar karangan:
Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H., penerbit: PT CITRA ADITYA BAKTI, bandung 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar