KATA PENGANTAR
Segala puji
bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya terutama nikmat
kesempatan dan kesehatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah
ILMU BUDAYA DASAR yang berjudul “MANUSIA DAN KEGELISAHAN” .
Selanjutnya saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Sarwoko selaku
dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
Akhirnya
saya menyadari bahwa masih terdapat
kekurangan-kekurangan dalam makalah ini. Maka dari itu saya mengharapkan kritik
saran dari bapak Sarwoko demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,Desember 2014
Penulis
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
1.
Konsep Kegelisahan
Gelisah adalah kata ungkapan perasaan psikologis atau kekejiwaan
seseorang. Menurut arti geliisah
merupakan perasaan tidak tentram, perasaan tidak tenang, perasaan cemas dan
perasaan khawatir. Perasaan tersebut bersifat kodrati yang bersumber pada
unsure rasa dalam diri manusia. Gelisah terjadi pada manusia yang mengalami
ancaman peristiwa yang akan merugikan dirinya. Dalam hubungan ini kata
kegelisahan menyatakan suatu keadaan. Artinya keadaan perasaan tidak tentram,
keadaan perasaan tidak tenang, keadaan perasaan cemas dan khawatir. Oleh karena
itu gelisah dan kegelisahan adalah bersifat kejiwaan, yang pada manusia manapun.
Kegelisahan yang terjadi pada seseorang dapat disebabkan oleh berbagai
faktor yang saling berkaitan, yang bersumber pada keadaan tertentu, perbuatan
orang lain, atau sikap dan perbuatan sendiri. Berbagai faktor tersebut yaitu:
a. Ketidakpastian, yang bersumber pada
keadaan tertentu.
b. Ketidakpastian, yang bersumber pada
orang lain.
c. Keterasingan, yang bersumber pada
sikap sendiri.
d. Kesepian, yang bersum ber pada
perbuatan sendiri.
Kegelisahan pada dasarnya merupakan perasaan manusia yang
takut akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupannya. Manusia
yang terasing dari masyarakat karena
kesombongannya merasa takut akan kehilangan harga diri dimata masyarakat.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku
atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku itu
umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar mandir dalam ruang
tertentu sambil menundukan kepala, memandang jauh ke depan sambil melipat
tangan di dada, duduk termenung sambil menopang tangan di dagu, duduk
menerawang dengan wajah murung, duduk berdiri sambil menggelengkan kepala,
duduk tenang malas bicara, dan lain-lain. Kegelisaha seseorang dapat juga di
amati melalu ketidakadaan minat bekerja, tidak mau makan seperti biasanya,
tidur seperti di atas bara, atau tidak ada minat belajar.
Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai
kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. Kehidupan ini
yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tahu mengapa
mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang
tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas(hidup), sering ditimpa
kegelisahan. Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut
kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya,
seolah-olah tanpa sebab.
2.
Kegelisahan, pengaruhnya, dan harapan
Kegelisahan yang terjadi pada seseorang sekitar akan berpengaruh secara
psikologis, tidak hanya pada kehidupan pribadinya, tetapi juga pada kehidupan
pribadinya, tetapi juga pada kehidupan orang lain, yaitu anggota keluarganya,
masyarakat tetangga sekitar, atau masyarakat umumnya.
Kegelisahan selalu mengarah pada suasana negative atau ketidaksempurnaan,
tetapitidak mempunyai harapan. Dikatakan negative karena menyentuh nilai-nilai
kemanusiaan yang dapat menimbulkan kerugian. Kegelisahan juga mengarah pada suasana
positif atau optimis karena masih ada harapan bebas dari kegelisahan, yang
mendorong manusia mencari kesempurnaan dan mendorong menjadi kreatif.
A. Faktor Penyebab Kegelisahan
a.
Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak pasti, tidak tahu keadaan tanpa
arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas. Keadaan seperti ini lebih
kuat tertuju pada status, nama baik dan martabat seseorang, yang menyentuh
nilai kemanusiaannya, sehingga dirasakan akan merugikan haknya. Oleh karena
itu, orang yang mengalami ketidakpastian akan merasa gelisah.
Sebab terjadinya ketidakpastian:
Orang yang pikirannya tertanggu tidak dapat berpikir secara teratur,
logis ataupun mengambil kesimpulan. Dalam berpikir ia selalu menerima
rangsangan-rangasangan lain. Sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh
rangsangan-rangsangan baru. Walaupun dia dapat berpikir baik, akan memakan
waktu yang cukup lama. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi,
gerakan-gerakan gemetaran, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk
menangkap sesuatu.
b.
Ketersaingan
Ketersaingan adalah keaadaan yang membuat tersisih, terpisah, dan
terpencil dari pergaulan masyarakat yang baik. Hal yang menjadi sumber keadaan
ketersaingan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat
dibenarkan oleh masyarakat, atau karena kekurangan yang ada pada diri dalam
masyarakat. Perilaku yang tidak dapat diterima itu selalu menimbulkan keonaran
dalam masyarakat, sifatnya bertentangan atau menyentu nilai-nilai kemanusiaan.
Hal ini akan merugikan harta, nama baik, martabat, dan harga diri orang lain.
Oleh karena itu, orang yang berbuat dibenci oleh masyarakat dan berada dalam
ketersaingan. Perbuatan itu misalnya mencuri, memperkosa, menghina, dan
sombong.
Sebab terjadinya ketersaingan:
-
Perbuatan
yang tidak dapat diterima oleh masyarakat. Perbuatan itu antara lain: mencuri,
bersikap angkuh, sombong dan kaku
-
Sikap
rendah diri
Sikap kaku, pemarah dan
suka berkelahi. Sikap seperti itu biasanya takut terjadi konflik batin atau
konflik fisik. Umumnya orang tidak senang akan konflik fisik karena hal itu
merupakan perbuatan anak kecil
c.
Kesepian
Kesepian adalah sunyi, keadaan tidak ada seorangpun, keadaan tidsk
didampingi orang, kedaan tidak punya apa-apa. Kesepian yang dimaksud disini
adalah kesepian dalam arti psikologis yang dalam yang sangat berpengaruh pada
jalan kehidupan manusia. Kesepian membuat manusia gelisah karena menyentuh
nilai-nilai kemanusiaan, harkat, dan martabat seseorang. Dikatakan berpengaruh
pada jalan kehidupan karena manusia merasa terancam hak kodratnya, sehingga dia
merasa takut atau khawatir kehilangan tau tidak memperoleh sesuatu dalam
hidupnya.
Sebab terjadinya kesepian:
Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi pun dapat
mengakibatkan kesepian. Yang bersangkutan ia tidak mau diganggu, ia lebih
senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang
hidup sendiri.
3.
Kegelisahan dan Sumbernya
a.
Kegelisahan dan kompleksitas manusia
Moti-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkahh laku tidak
timbul dan dapat dicapai dan dapat mencapai pemuasaan dengan cara yang
sederhana. Sebaliknya motif-motif itu terjadi dengan keadaan ruwet, bahkan
kadang-kadang penuh kekacauan. Motif yang berbeda-beda bersaing antara satu
sama lain, dan pemuasaan terhadap motif pertama akan disusul dengan datangnya
motif yang lain.
Bertumpuknya pola-pola motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia
bahwa tidak semua motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia bahwa
tidak semua motif dapat dipuaskan, tapi ada juga yang memerlukan kesabaran
untuk menundanya, dan bahkan bila perlu motif itu ditinggalkan. Bila tidak akan
menghasilkan kegelisahan.
b.
Kegelisahan dan Kondisi lingkungan
Pemuasaan yang menyeluruh pada suatu motif juga hamper tidak mungkin
sebab tujuan motif itu hanya bisa dicapai menyeluruh jika sesuai dengan apa
yang tersedia dilingkungan kita. Pada lingkungan tertentu makanan mungkin tak
tersedia untuk memuaskan rasa lapar,
karena orang itu tak mampu membelinya, atau kawan-kawan orang itu tidak memperhatikannya
atau mengaguminya yang dapat digunakan untuk memuaskan keinginannya akan
status, keakraban, cinta dan sebagainya.
Hal tersebut itu mengajarkan kepada kita bahwa beberapa motif lebih
penting dari lainnya karena cukup sulit untuk dicapai atau motif itu
berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dalam kehidupan kita perkara makan dan
minum bukanlah perkara yang sulit, karena makan dan minuman cukup tersedia pada
kita walau ala kadarnya. Jika anda perhatikan kawan-kawan anda dalam waktu 24
jam, maka hanya sedikit waktu saja yang mereka habiskan untuk makan dan minum.
Bagi mereka pencapaian nilai tinggi, status berhubungan dengan kawan,
berpacaran dan sebagainya, lebih mewarnai kehidupan siswa perguruan tinggi
dibandingkan dengan usaha pemenuhan makan dan minum, walaupun semua orang tahu
mereka itu dapat bekerja dan berkarya karena makanan dan minuman. Dalam kondisi
kehidupan sekarang ini hampir semua kebutuhan biologis kita kecuali sex dapat
dipuaskan segera jika mereka muncul, tetapi motif social lebih sulit dipuaskan.
Jika kondisi lingkungan berubah, kebutuhan biologis juga berubah, dan seluruh
pola tingkah laku manusia akan terpengaruh juga.
c.
Kegelisahan dan ketidakmampuan
penyesuaian bertindak
Alasan ketiga terjadinya kegelisahan yang tak terelakkan ialah kenyataan
bahwa pencapaian tujuan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian, hasil
hanya dapat dicapai jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk
memanipulasi lingkungan.
Pada manusia sangat sedikit sekali yang lahir dengan insting untuk
menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Manusia hanya ber jika ia menggunakan
reorganisasi pengalamannya dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Faktor
inteligensi, fisik, dan pengalaman menyediakan kebiasaan bertindak sehingga
manusia tidak dapat mencapai tujuannya. Karena manusia tidak sempurna dalam
ketiga hal itu, maka semua orang dapat mencapai semua motifnya dengan penuh
karena kekurangan mereka masing-masing.
d.
Keadan Fisik
Keadaan fisik merupakan faktor utama sebagai kegelisahan manusia. Sejak
bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang
keinginannya karena sebab-sebab fisik. Bayi tidak mempunyai koordinasi otot
untuk mengatasi halangan fisik, alat pancaindera dan intelektualnya belum
berkembang, bahkan ia tak dapat memperhitungkan jarak usatu obyek dan ia
sendiri. Ia menjadi sangat tergantung pada orang lain. Karena masa
ketidakberdayaan itu cukup lama, kegelisahan sudah merupakan kawan intim dari
manusia sejak lahir. Walau gizi sebaik apapun yang diberikan padanya, ia akan
tetap mengalami penundaan.
e.
Lingkungan Sosial
Sumber kegelisahan manusia ikut berubah sebagaimana pembangunan teknologi
dan ilmu manusia itu sendiri. Manusia satu sama lain selalu tergantung satu
sama lainnya, sehingga jika satu orang dengan lainnya tidak dapat member
sesuatu yang diharapkan maka al ini menjadi sumber kegelisahan. Manusia akan
membutuhkan orang lain dalam hal status social, cinta kasi, rangsangan intelektual
dan sebagainya. Motif-motif social akan selalu berubah, padahal ketercapainnya
tergantung pada orang lain yang kadang-kadang menghalangi dengan berbagai hal
dan motif. Hal ini akan berlangsung seumur hidup manusia sehingga akan
merupakan penyebab utama dari kegelisahan manusia.
f.
Motif yang bertentangan
Sumber kegelisahan yang paling rumit adalah pertentangan antara dua motif
atau lebih. Hakikat dari konflik antar motif ini ialah bahwa seorang individu
tak dapat mencapai tujuannya tanpa harus mengorbankan motif lainnya yang ia
miliki.
Kadang-kadang konflik ini muncul karena keterbatasan jumlah keinginan
yang dapat dicapai pada suatu saat, sebab motif-motif dapat muncul secara
bersamaan dan membutuhkan cara-cara yang berbeda untuk mencapainya. Konflik keinginan
yang menimbulkan kegelisahan hidup manusia adalah hal yang tak terhindarkan,
sebab manusia merupakan bentuk organism yang kompleks. Dalam abad modern ini
selalu muncul keinginan-keinginan yang kontradiktoris.keinginan sebagai makhluk
bermoral tetapi juga ingin hal-hal yang bersifat keduniawian sering terjadi.
Dalam dunia perguruan tinggi, mahasiswa ingin memperoleh nilai tinggi yang
mengakibatkannya harus belajar keras dan godaan untuk berlaku santai maupun
kegiatan bermasyarakat yang ingin diterjuninya membawa konflik dan sekaligus
kegelisahan.
4.
Usaha mengatasi Kegelisahan
Mengenai mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri
kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita
berpikir tenang, dan segala kesulitan dapat diatasi. Dengan ketenangan ini
orang yang mengancam kita mungkin akan mengurungkan niatnya.
SUMBER
Buku Ilmu Sosial Budaya Dasar, karangan: Prof. Abdulkadir Muhammad, S.H.,
Penerbit PT CITRA ADITYA BAKTI, Bandung 2011
Buku Ilmu Budaya Dasar, karangan: Drs. Joko Tri Prasetya, dkk, Penerbit
RINEKA CIPTA, Jakarta 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar